Waspada! Ini 3 Aplikasi Berbahaya Berkaitan dengan Pemilu, Disebar Lewat WhatsApp

Beauties, pemilihan umum sudah di depan mata. Pada 14 Februari besok, rakyat Indonesia akan menggelar pesta demokrasi. Pemilihan Umum (Pemilu) Serentak 2024 terdiri dari memilih anggota DPR, DPD, DPRD provinsi, DPRD kabupaten/kota, dan bersamaan dengan Pilpres.

Menjelang pemilu, aksi penipuan di dunia maya semakin marak terjadi. Salah satunya adalah mengirimkan file APK berisi malware lewat WhatsApp. Menurut Badan Sandi dan Siber Negara setidaknya kini ada tiga malware yang teridentifikasi berkaitan dengan Pemilu 2024 dengan ekstensi APK menghadirkan ancaman serius terhadap keamanan dan privasi pengguna. 

“Malware tersebut berfungsi untuk mengambil informasi dan kredensial dari perangkat yang terinfeksi. Mirip dengan malware undanganpernikahan.apk, salah satu penyebaran ketiga malware tersebut adalah melalui pesan Whatsapp,” tulis akun Instagram Badan Sandi dan Siber Negara, @bssn_ri.

3 Aplikasi Bahaya Terkait Pemilu 2024

Waspada! Ini 3 Aplikasi Berbahaya Berkaitan dengan Pemilu, Disebar Lewat WhatsApp/Foto: Screenshot/detikInet

Menurut Badan Sandi dan Siber Negara, berikut tiga malware yang teridentifikasi berkaitan dengan Pemilu 2024 dengan ekstensi APK menghadirkan ancaman serius terhadap keamanan dan privasi pengguna:

  1. CEK DATA PEMILIHAN UMUM 2024.APK (waktu pembuatan 2024-01-31 Pukul 11:51:26)
  2. Daftar Pemilu 2024.APK (waktu pembuatan 2023-07-08 Pukul 13:35:30)
  3. Simulasi Pemilu Pilpres2024.txt.APK (waktu pembuatan 2024-01-28 Pukul 23:13:08)
Apa yang Terjadi Jika Membuka APK Penipuan?
Cara mengenali orang narsistik dari media sosial mereka

Waspada! Ini 3 Aplikasi Berbahaya Berkaitan dengan Pemilu, Disebar Lewat WhatsApp/Foto: Freepik.com/jannoon028

Lantas, apa yang terjadi jika kita meng-klik APK yang dikirimkan melalui WhatsApp tersebut?

“Jadi kalau yang menerima membukanya makan akan meminta izin instal APK. APKnya biasanya dibuat sedemikian rupa sehingga tampilannya meyakinkan sekali seakan-akan dari KPU,” kata Alfons Tanujaya, pengamat keamanan siber dari Vaksincom, dikutip dari detikInet.

APK pencuri SMS yang dimaksud Alfons ini sebenarnya adalah aplikasi forward SMS to Telegram, yang fungsinya hanya satu, yaitu mengirimkan ulang SMS yang diterima korban ke akun Telegram milik si penipu.

“Jadi jika APKnya diinstal ia akan meminta izin mengakses SMS dan setiap kali ada SMS masuk maka akan di forwardkan ke Telegram penipu,” imbuhnya.

Target utama aksi penipuan semacam ini biasanya adalah rekening m-banking. Sebab kebanyakan m-banking yang ada saat ini mengirimkan kode one time password (OTP) lewat SMS.

“Jadi jika APKnya di instal ia akan meminta izin mengakses SMS dan setiap kali ada SMS masuk maka akan di forwardkan ke Telegram penipu,” jelas Alfons.

Apa yang Bisa Dilakukan?
Cari tahu fitur whatsApp yang masih belum diketahui banyak orang/foto:pexels.com/Anton

Waspada! Ini 3 Aplikasi Berbahaya Berkaitan dengan Pemilu, Disebar Lewat WhatsApp/Foto: pexels.com/Anton

Lantas, apa yang bisa dilakukan?

Alfons menyarankan pengguna WhatsApp untuk mengaktifkan two step verification. Tujuannya untuk menghindari penyalahgunaan jika akunnya berhasil diambil alih.

Pasalnya dengan two step verification, kalaupun akun berhasil mengambil alih akun, aplikasi WhatsAppnya tetap tak bisa dibuka karena terlindungi oleh PIN dari two step verification tersebut.

Selalu waspada, ya, Beauties!

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di TheTriump? Yuk, gabung ke komunitas pembaca TheTriump, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)