Viral Penemuan Mayat di Unpri Medan yang Ternyata Cadaver, Apa Itu?

Belakangan ini media sosial dihebohkan dengan kasus penemuan mayat di Kampus Universitas Prima Indonesia (Unpri) Medan.

Awal mula kasus ramai karena sebuah video mahasiswa yang membuka box besar berwarna biru yang ada di lantai 9 kampus. Ternyata, di dalam box tersebut ada sosok mayat. 

“Ada mayat di Unpri,” ucap perekam video. 

Video tersebut langsung viral dan bikin heboh dunia maya. Pihak kepolisian pun langsung melakukan pengecekan guna memastikan konten viral tersebut. 

Setelah melewati serangkaian pemeriksaan dan berdasarkan keterangan pihak Unpri, diketahui jika mayat tersebut adalah cadaver. Ditemukan 5 mayat di lingkungan kampus tersebut, yakni 4 berjenis kelamin laki-laki dan 1 perempuan. 

Dalam keterangannya, pihak Unpri dengan tegas mengatakan jika tidak ada pembunuhan di lingkungan kampus, sebagaimana yang sempat diisukan di masyarakat. 

“Pertama, dengan tegas saya nyatakan tidak ada kasus pembunuhan di lingkungan Unpri seperti yang diisukan di masyarakat,” kata Susanto dalam keterangan resminya di akun YouTube Prim TV.

Sementara itu, pihak kepolisian pun mengatakan jika mayat atau cadaver itu didapatkan pihak kampus secara legal. 

“Saya ingin memastikan bahwa lima mayat itu adalah cadaver,” kata Agung di Polda Sumut, Kamis (14/12/2023).

“Administrasi yang sudah kami peroleh bahwa itu adalah cadaver yang diperoleh secara legal,” lanjutnya. 

Lantas, apakah itu cadaver dan mengapa sampai ada di lingkungan kampus Unpri Medan? Simak penjelasannya yuk!

Mengenal Cadaver, yang Ditemukan di Unpri Medan

Mengenal aoa itu cadaver yang ditemukan di Unpri Medan/Foto: Getty Images/KatarzynaBialasiewicz

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), cadaver atau dalam bahasa Indonesia disebut kadaver adalah jenazah atau mayat yang biasanya digunakan oleh mahasiswa kedokteran untuk praktikum anatomi. 

Tubuh manusia yang telah meninggal dunia ini akan diawetkan, yang nantinya dipergunakan sebagai media pembelajaran. Namun, mayat yang digunakan ini bukan didapatkan dari hasil sengaja pembunuhan. Ada proses tertentu yang harus secara legal, untuk mendapatkan cadaver ini. 

Cara Mendapatkan Cadaver Legal

Ada dua proses untuk mendapatkan cadaver, ialah proses toe-eigening dan proses levering. 

Sukma dalam Vista Hukum Pidana Terhadap Proses “Toe-eigening” dan “Levering” Kadaver Untuk Tujuan Pendidikan (2020) menjelaskan bahwa kedua istilah tersebut sama-sama berasal dari bahasa Belanda.

Melansir detikSumut, proses toe-eigening merujuk pada metode mendapatkan cadaver dari rumah sakit. Jenazah di rumah sakit yang identitasnya tidak dapat diverifikasi bisa dijadikan sebagai cadaver.

Hal ini juga tertera dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 1981 Bab 3, pasal 5. Aturan tersebut menyebutkan bahwa mayat untuk keperluan pendidikan diperoleh dari rumah sakit.

Lalu, proses levering merupakan metode mendapatkan cadaver dari hibah dan wasiat. Maksudnya, seseorang bisa saja membuat wasiat agar tubuhnya dihibahkan ke fakultas kedokteran sebagai penunjang pendidikan kelak ketika dirinya telah meninggal.

Untuk kasus cadaver di Unpri Medan, diketahui jika cadaver legal itu telah ada sejak tahun 2008 dan umumnya ada di setiap fakultas kedokteran di Indonesia. 

“Cadaver itu sudah sejak tahun 2008. Seyogyanya setiap fakultas kedokteran di Indonesia memiliki cadaver di lab anatomi,” kata Dosen Anatomi Fakultas Kedokteran Unpri Ali Napiah Nasution dalam keterangan resminya di akun YouTube Prim TV, Kamis (14/12).

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di TheTriump? Yuk gabung ke komunitas pembaca TheTriump B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)