Tuntaskan Masa Lalu Sebelum Hadapi Masa Depan! Ini 5 Cara Menyembuhkan Inner Child yang Terluka

Masa kanak-kanak merupakan masa yang menyenangkan dan tanpa tekanan hidup, menurut kebanyakan orang. Padahal tanpa disadari, anak kecil juga menyerap banyak luka di masa-masa ini yang terbawa hingga dewasa.

Jika tidak disembuhkan dengan baik, akan ada inner child yang buruk dalam diri seseorang yang membuatnya tidak bisa menghadapi masa dewasanya dengan baik. Oleh karena itu, coba, deh, kamu mulai belajar menyembuhkan luka masa lalumu itu dengan cara berikut ini, dikutip dari Healthline

Akui Keberadaan Inner Child


Ilustrasi/Foto: Unsplash/Fuu J

Untuk mulai menyembuhkan inner child, kamu harus terlebih dahulu mengakui eksistensinya. Menurut terapi Kim Egel, semua orang bisa berkomunikasi dengan inner child-nya jika mereka siap untuk membuka dirinya.

Jika kamu merasa ragu atau enggan menyelami kembali masa lalumu, kamu akan mengalami kesulitan untuk melalui proses penyembuhan ini. Proses ini mengharuskanmu untuk mengenali dan menerima hal-hal yang dulu menyebabkan luka di masa kecilmu.

Mendengarkan Inner Child

Ilustrasi/Foto: Unsplash/Ben White
Ilustrasi/Foto: Unsplash/Ben White

Setelah membuka hati untuk terhubung dengan inner child, berikutnya kamu harus mendengarkan perasaanmu. Perasaan ini biasanya muncul dalam situasi yang memicu emosi kuat, ketidaknyamanan, dan luka lama.

Kamu mungkin akan merasakan kemarahan karena keinginan yang tidak terpenuhi, pengabaian, penolakan, ketidakpercayadirian, kerapuhan, rasa bersalah atau malu, hingga kecemasan. Mendengarkan inner child dan membiarkan dirimu merasakan emosi itu alih-alih mengusirnya pergi akan membuatmu bisa mengidentifikasi dan memvalidasi kesulitan yang kamu alami.

Menulis Sebuah Surat

Ilustrasi/Foto: Unsplash/Towfiqu barbhuiya

Kamu bisa menulis mengenai memori masa kecilmu dari sudut pandang orang dewasa, menawarkan pemikiran dan penjelasan untuk keadaan tidak menyenangkan yang tidak kamu pahami saat itu. Sebuah surat juga bisa memberikanmu kesempatan untuk merasa tenang dan nyaman.

Beberapa pertanyaan yang bisa kamu tanyakan untuk memulai dialog dengan inner child-mu melalui sebuah surat adalah “Bagaimana perasaanmu?”, “Bagaimana aku bisa membantumu?”, hingga “Apa yang kamu butuhkan dariku?”. Memikirkan pertanyaan-pertanyaan tersebut perlahan bisa memberikanmu jawaban yang dapat membuat inner child-mu merasa aman.

Mencoba Meditasi

Ilustrasi/Foto: Unsplash/Daniel Mingook Kim

Melakukan meditasi juga bisa menjadi sebuah cara untuk lebih membuka diri. Pada akhirnya, hal ini bisa membantumu menjawab pertanyaan-pertanyaan yang kamu tanyakan di tahapan sebelumnya.

Bermeditasi juga bisa membantumu merasa lebih nyaman ketika menghadapi emosi-emosi yang tidak diinginkan. Ketika kamu terbiasa menerima emosi-emosi itu ketika mereka timbul, maka kamu akan lebih mudah mengekspresikan hal itu dengan cara yang sehat.

Membangkitkan Kenangan Bahagia Masa Kecil

Ilustrasi/Foto: Unsplash/Jed Villejo

Masa kedewasaan seseorang identik dengan yang namanya tanggung jawab. Namun, sesekali melakukan relaksasi dan bermain juga penting bagi orang dewasa untuk menjaga kesehatan mental mereka.

Jika masa kecilmu kurang pengalaman positif, mencoba membangkitkan sisi kekanak-kanakan dan bersenang-senang bisa membantumu menyembuhkan luka karena ketertinggalan yang dirasakan di masa lalu. Kamu juga bisa mencoba menikmati kesenangan kecil seperti makan es krim setelah berjalan-jalan, bermain dengan pasangan dan anak, serta bercanda bersama teman.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di TheTriump? Yuk, gabung ke komunitas pembaca TheTriump, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)