Tidak Hanya Kekerasan Fisik, Ini 4 Bentuk KDRT Menurut Komnas Perempuan

Apa yang terlintas di pikiranmu saat mendengar kata KDRT? Mungkin sebagian besar di antara kamu berasumsi bahwa Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) hanya berupa kekerasan fisik yang dilakukan oleh seseorang kepada pasangannya. Akan tetapi, ternyata ada beberapa jenis KDRT, lho.

Dilansir dari laman Komnas Perempuan, bentuk-bentuk kekerasan yang tertuang dalam Undang-Undang KDRT atau UU No. 23 Tahun 2004 adalah meliputi kekerasan fisik yang tercantum dalam Pasal 6, kekerasan psikis di dalam Pasal 7, kekerasan seksual pada Pasal 8, dan penelantaran rumah tangga di Pasal 9.

Berikut penjelasannya dikutip dari CNBC Indonesia.

1. Kekerasan Fisik


Tindak kekerasan fisik dalam rumah tangga/ Foto: Freepik/@8photo

Kekerasan fisik disebut sebagai salah satu bentuk KDRT dalam Pasal 6 UU PKDRT. Kekerasan fisik yang dimaksud adalah perbuatan yang menimbulkan rasa sakit, jatuh sakit, atau luka berat pada korban.

Tindakan ini dapat berupa memukul, menampar, menendang, mencekik, menjambak, dan bahkan membakar anggota tubuhmu atau anakmu. Tidak jarang pasangan juga mengikat atau mengurung kamu di dalam rumah. 

2. Kekerasan Psikis

Kekerasan dalam rumah tangga juga mencakup kekerasan psikis/ Foto: Freepik/@freepik

Tindakan KDRT tampaknya semakin mudah saja terjadi, tetapi sangat sulit untuk diketahui. Contohnya adalah kekerasan psikis.

Dalam Pasal 7 UU PKDRT, kekerasan psikis digolongkan sebagai salah satu bentuk KDRT. Kekerasan tersebut dapat mengakibatkan rasa takut, hilangnya rasa percaya diri, hilangnya kemampuan untuk bertindak, rasa tidak berdaya, dan/atau penderitaan psikis berat pada korban.

3. Kekerasan Seksual

Kekerasan seksual juga bisa terjadi di dalam rumah tangga/ Foto: Freepik/@jcomp

Apabila kamu membaca Pasal 8 UU PKDRT, kamu akan mengetahui bahwa kekerasan seksual merupakan salah satu bentuk KDRT. Dalam hal ini terdapat dua jenis kekerasan seksual, yaitu.

  1. Pemaksaan hubungan seksual yang dilakukan terhadap orang yang menetap dalam lingkup rumah tangga.
  2. Pemaksaan hubungan seksual terhadap salah seorang dalam lingkup rumah tangganya dengan orang lain untuk tujuan komersial dan/atau tujuan tertentu.
4. Penelantaran Rumah Tangga

Penelantaran rumah tangga sebagai salah satu bentuk kekerasan dalam rumah tangga/ Foto: Freepik/@Drazen Zigic

Dalam Pasal 9 UU PKDRT, kekerasan fisik dikategorikan sebagai salah satu bentuk KDRT. Berikut merupakan dua poin yang dijabarkan dalam pasal 9.

  1. Setiap orang dilarang menelantarkan orang dalam lingkup rumah tangganya, padahal menurut hukum yang berlaku baginya atau karena persetujuan atau perjanjian ia wajib memberikan kehidupan, perawatan, atau pemeliharaan kepada orang tersebut.
  2. Penelantaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) juga berlaku bagi setiap orang yang mengakibatkan ketergantungan ekonomi dengan cara membatasi dan/atau melarang untuk bekerja yang layak di dalam atau di luar rumah sehingga korban berada di bawah kendali orang tersebut.

Layanan bagi pengaduan dan penanganan korban KDRT dapat ditujukan kepada Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) yang terdapat di berbagi provinsi. P2TP2A ini berada langsung di bawah koordinasi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di TheTriump? Yuk, gabung ke komunitas pembaca TheTriump, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)