Ternyata Begini Perbedaan Otak Perempuan dan Pria, Pantas Sifatnya Beda

Beauties, permasalahan antara perempuan dan pria memang menjadi suatu topik yang selalu menarik untuk dibicarakan. Mulai dari masalah sepele seperti ketika perempuan ditanya mau makan apa, jawabannya ‘terserah’ yang tentunya mengandung sejuta makna, sampai kepada cara-cara komunikasi perempuan dan pria yang sama sekali berbeda.

Ternyata, cara bekerja antara otak perempuan dan pria itu beda, loh. Makanya, pasti ada aja perbedaan cara berpikirnya. Misal dari cara menyelesaikan masalah, cara komunikasi, cara melihat sesuatu, dan sebagainya. Kalau nggak tahu perbedaan sistem kerja otak antara keduanya, bisa jadi banyak konflik yang terjadi.

Menarik banget ya, Beauties. Nah, biar nggak melulu salah paham, yuk kenali perbedaan otak perempuan dan pria menurut dr. Aisah Dahlan, seorang praktisi neuroparenting skill.

Otak Bicara Perempuan Kiri dan Kanan, Sementara Laki-Laki Hanya Kiri Saja

Women talk, men listen/Foto:freepik.com/cookie-studio

Tahu, nggak, Beauties? Menurut dr. Aisah Dahlan, riset mengatakan bahwa perempuan memang lebih suka untuk berbicara dibandingkan pria. Dalam perbincangan dr. Aisah Dahlan dengan Helmi Yahya, setiap harinya perempuan perlu mengungkapkan rata-rata sebanyak 20 ribu kata. Sementara pria hanya 7 ribu kata saja.

Kalau perempuan hanya berbicara kurang dari 16ribu kata setiap harinya, maka akan berpengaruh terhadap kualitas tidur, yaitu tidurnya jadi tidak nyaman dan nyenyak. Makanya pria cenderung kelihatan malas, irit bicara, atau hanya membalas seperlunya saja ketika perempuan curhat ngalor ngidul.

Itu bukannya dia nggak menghargai perempuan, hanya saja sudah didesain cuma 7ribu kata saja. Apalagi kalau udah dipakai seharian berkomunikasi di tempat kerja. Wah, masuk rumah bisa-bisa tinggal 50 kata aja, tuh.

Hipotalamus Pria 2,5 Kali Lebih Besar Dibanding Perempuan

Dad as hero/Foto:freepik.com/pvproductions

Hipotalamus adalah bagian otak yang terletak di tengah dengan fungsi mengeluarkan hormon untuk mengendalikan organ dan juga sel dalam tubuh. Menurut dr. Aisah Dahlan, fungsi hormon pada hipotalamus ada 4, yaitu sebagai penjaga keamanan, syahwat birahi, pusat lapar dan haus, serta pusat tidur.

Karena hipotalamus pria lebih besar 2,5 kali dibandingkan perempuan, maka fungsi-fungsi di atas akan lebih banyak memengaruhi pria. Lalu, karena pria lebih pandai dalam hal menjaga keamanan, pria cenderung lebih suka perempuan yang bisa dilindungi, menghargai, dan menganggapnya sebagai pahlawan.

Korpus Kalosum Pada Wanita Lebih Tebal

Wanita multitasking/Foto:freepik.com

Korpus kalosum merupakan kumpulan jutaan serabut saraf yang fungsinya menghubungkan antara otak kiri dan otak kanan yang mengkoordinasikan sinyal dari berbagai bagian otak sehingga dapat membantu untuk berpikir.

Korpus kalosum pada perempuan lebih tebal sehingga lebih bisa melakukan beberapa pekerjaan dalam satu waktu, sedangkan pria hanya bisa fokus melakukan satu pekerjaan.

Misalnya, perempuan bisa sambil memasak, menyuapi anak makan, sekaligus mencuci pakaian di mesin cuci. Sementara pria belum tentu. Terkadang hal ini yang memunculkan pertengkaran karena ekspektasi bahwa pria sama saja bisa melakukan satu pekerjaan dalam satu waktu.

Perempuan Lebih Suka Berbicara Banyak, Sementara Pria Lebih Cepat Tidur Ketika Lelah

Women talk, Men sleep/Foto:freepik.com/drazenzigic

Pasti sering mendengar tentang pillow talk, kan Beauties? Pillow talk ialah keadaan di mana pasangan saling bercerita apapun satu sama lain sebelum tidur. Nyatanya, banyak kejadian yang membuat perempuan kesal, yaitu pasangan yang tertidur di tengah mereka sedang asik-asiknya curhat.

Perempuan memang perlu mengungkapkan emosinya dengan mengeluarkan kata-kata yang banyak. Namun pria juga karena memiliki hipotalamus yang 2,5 lebih besar, otaknya untuk shutdown cenderung lebih cepat. Apalagi jika sudah lelah dan sudah di tempat tidur.

Solusinya adalah sebaiknya bilang sebelumnya jika ingin membicarakan suatu topik dengan rentang waktu berapa lama dan apa poin yang akan dibicarakan. Atau carilah waktu di mana pria sedang santai, tidak lelah, sudah makan, untuk deep talk.

Perempuan juga butuh untuk didengarkan sehingga pria perlu mendengarkan tanpa menghakimi atau mencari jalan keluar. Karena jika perempuan tenang, maka pasangan akan jauh lebih tenang.

Kalau bisa seperti itu tentu saja akan sangat menyenangkan ya, Beauties? Nyatanya nggak segampang itu, lho. Pria juga perlu menciptakan suasana yang bisa membuat perempuan merasa senang. Jadi sama-sama saling adalah kunci untuk meredakan konflik karena perbedaan sistem kerja otak tersebut. 

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di TheTriump? Yuk gabung ke komunitas pembaca TheTriump B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

 

(dmh/dmh)