Serial Dokumenter Netflix ‘Jeffrey Epstein: Filthy Rich’, Ungkap Kisah Predator Seks Berbahaya

Jeffrey Epstein mendadak menjadi perbincangan lagi usai Kantor Kehakiman New York merilis dokumen yang menyeret namanya pada Rabu (03/01) lalu. Dilansir dari CNN International, dokumen itu berisikan pengakuan dan tuduhan Virginia Giuffre, korban perdagangan seks, terhadap Ghislaine Maxwell yang merupakan tangan kanan Jeffrey dalam perbuatan kejinya itu.

Jeffrey adalah seorang pengelola keuangan dan ia menyebut dirinya sebagai filantropis sains. Namun, publik mengenalnya sebagai sosok penjahat seksual yang telah melecehkan dan memperdagangkan gadis-gadis di bawah umur di masa hidupnya. 

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai kasus Jeffrey, Netflix telah merilis serial dokumenter yang mengungkap “dosa-dosa” besar pebisnis kaya ini dengan judul “Jeffrey Epstein: Filthy Rich”. 

Bagaimana isi dari serial dokumenter Netflix yang dirilis pada tahun 2020 itu? Simak ulasannya di bawah ini. 

Sinopsis ‘Jeffrey Epstein: Filthy Rich’

Jeffrey Epstein dan Ghislaine Maxwell/Foto: Netflix

‘Jeffrey Epstein: Filthy Rich’ terdiri dari empat episode. Keempat episodenya mengungkap bagaimana pria kelahiran 1953 ini memulai melakukan pelecehan seksual serta membuat jaringan perdagangan seks gadis-gadis di bawah umur, salah satunya masih berusia 14 tahun. 

Pada awalnya, tidak banyak orang yang tahu tentang sosok pria ini. Media luar yang menyebut dirinya bagaikan sosok ‘Gatsby’, tokoh fiktif dalam karya F. Scott Fitzgerald yang dikisahkan sebagai sosok lelaki karismatik, misterius, dan kaya tujuh turunan. 

Jeffrey disinyalir memiliki banyak rumah dan properti mewah di New York, Palm Beach, New Mexico, Paris, dan sebagainya. Di sanalah ia melakukan perbuatan keji bersama Maxwell. 

Netflix mengundang beberapa korban dari Jeffrey sebagai narasumber dalam serial dokumenter ini. Mereka menceritakan bagaimana mereka bisa terjebak dalam lingkaran setan dari duo penjahat seksual tersebut. 

Dari pengakuan semua korban, terlihat adanya pola yang sama. Mereka diiming-imingi uang 200 USD (sekitar Rp3 juta) untuk datang ke rumah Jeffrey dan memijatnya. Namun, seperti yang kalian bayangkan, pemijatan itu berubah menjadi pelecehan karena mereka diminta untuk melepas pakaian mereka dan melihat lelaki paruh baya itu melakukan hal yang tak senonoh. 

Mereka juga dijanjikan berbagai hal, seperti mewujudkan mimpi mereka. Bagi yang mampu merekrut gadis belia lainnya lagi, mereka akan mendapatkan uang 200 USD. Sistemnya terus berjalan dan bercabang seperti jaring laba-laba. 

Para korban yang masih di bawah umur merasa tidak berdaya. Ketika bersuara, mereka akan diintimidasi dan diancam keselamatannya oleh Maxwell dan antek-anteknya.

Menyeret Pangeran Andrew

Pangeran Andrew, Virginia Giuffre, dan Ghislaine Maxwell/Foto: Virginia Giuffre/Netflix

Nggak hanya melakukan pelecehan seksual saja, Jeffrey dan Maxwell tertuduh melakukan perdagangan seks gadis di bawah umur. Mereka “meminjamkan” gadis simpanannya kepada kenalannya, yang kebanyakan adalah orang penting dan terkenal di dunia.

Salah satu skandal yang paling mengejutkan publik menyeret Pangeran Andrew dari Kerajaan Inggris. Ia dituduh telah melecehkan Virginia Roberts Giuffre yang pada saat itu masih berusia 17 tahun di awal tahun 2001. 

Skandal itu menghantui hari-hari Duke of York tersebut sampai ia memberi klarifikasi melalui wawancara dengan BBC. Pangeran Andrew membantah segala tuduhan yang Virginia berikan terhadapnya dan mengatakan ia tidak pernah bertemu dengan perempuan tersebut.

Namun, di sisi lain, Virginia memberikan pengakuan berbeda melalui Netflix. Ia memperlihatkan adanya gambar dirinya bersama Pangeran Andrew dan Ghislaine di dalam sebuah rumah, sebelum Andrew melangsungkan perbuatannya. 

“Maxwell mengatakan kepadaku, ‘Kamu harus melakukan hal itu kepada [Pangeran Andrew], seperti apa yang telah kamu lakukan kepada Jeffrey,” ungkap perempuan kelahiran 1983 di serial dokumenter Netflix itu. 

Mantan karyawan dari Epstein juga mengetahui tentang hubungan antara Pangeran Andrew dengan Virginia. Ia menyebut Pangeran Andrew juga menyentuh Virginia di kolam renang. 

Lagi-lagi, Pangeran Andrew dan Istana Buckingham menyangkal segala tuduhan terhadapnya.

Akhir Kisah dari Si Penjahat Seksual

Potret Epstein/Foto: Reuters via CNBC Indonesia

Dilansir dari AP News, Jeffrey Epstein pernah tertangkap dan dihukum 18 bulan penjara di tahun 2008 atas tuduhan prostitusi dan pelecehan terhadap anak. 

Bak penguasa yang memiliki banyak koneksi, ia memiliki hak istimewa. Ia dapat keluar-masuk penjara seenaknya sendiri dengan alasan mengurusi bisnisnya. Sebab, terdapat non-prosecution agreement (NPA) yang dikeluarkan oleh lembaga hukum setempat agar ia tidak diadili. 

Barulah di tahun 2019, Jeffrey kembali ditangkap atas tuduhan perdagangan seks. Para korban sempat bertemu dengannya dan memberikan kesaksian di dalam sidang. 

Di tengah kabar gembira dengan penangkapan lelaki hidung belang itu, kabar buruk datang kembali kepada korban. Jeffrey Epstein ditemukan bunuh diri di dalam sel penjaranya saat akan mengikuti serangkaian sidang tuduhan perdagangan seks yang dilakukannya.

Sedangkan, Ghislaine Maxwell ditangkap di tahun 2020 dan dihukum penjara selama 20 tahun karena terbukti bersalah di tahun 2022.  

Serial dokumenter dari Netflix tersebut memuat beberapa ilustrasi dan percakapan bagaimana kedua terdakwa melangsungkan perbuatannya. Tontonlah secara bijaksana, Beauties!

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di TheTriump? Yuk, gabung ke komunitas pembaca TheTriump, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)