Selain Indonesia, 6 Negara Ini Turut Gelar Pemilu Pada Februari 2024

Tinggal menghitung hari, Indonesia akan menggelar pesta demokrasi alias pemilihan umum (pemilu) tepatnya pada 14 Februari 2024. Tapi, 2024 bukan hanya tahun politik bagi rakyat Indonesia, melainkan juga tahun pemilu bagi masyarakat global.

Menurut Time, setidaknya, terdapat 64 negara di dunia, termasuk anggota Uni Eropa, yang dijadwalkan menggelar pemilihan umum nasional di tahun ini. Artinya, ada sekitar 49% populasi dunia yang bakal berpartisipasi dalam pesta demokrasi untuk memilih baik presiden, legislatif, maupun daerah.

Beberapa negara memiliki jadwal penyelenggaraan pemilu yang sama seperti Indonesia, yakni jatuh pada bulan Februari. Negara mana sajakah itu? Berikut daftarnya.

1. El Salvador

Kandidat calon Presiden El Salvador/Foto: Americas Quarterly

Para pemilih di El Salvador akan memilih seorang presiden, wakil presiden, dan Dewan Perwakilan Rakyat pada 4 Februari 2024. Seperti halnya Indonesia, negara di Amerika Tengah ini juga akan mengadakan pemilu putaran kedua, jika tidak ada calon presiden yang memperoleh lebih dari 50% suara.

Pemilu kedua akan diadakan tanggal 3 Maret untuk memilih wali kota dan dewan di 44 kotamadya di negara tersebut dan 20 kursi di Parlemen Amerika Tengah (Parlacen).

Merujuk Americas Quarterly, ketiga kandidat calon Presiden El Salvador di antaranya petahana Nayib Bukele dari partai politik Nuevas Ideas, Manuel Flores dari partai FMLN, dan Joel Sánchez dari partai ARENA.

2. Azerbaijan

Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev/Foto: Aljazeera.com/Anadolu Agency

Rencana awalnya, pemilihan presiden di negara yang berbatasan dengan Rusia ini baru dilaksanakan pada tahun 2025. Namun, Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev menyerukan pemilihan lebih cepat pada 7 Februari 2024.

Keputusan ini muncul seiring dengan meningkatnya popularitas Aliyev, setelah pemerintah berhasil mengambil kendali penuh atas wilayah sengketa Nagorno-Karabakh, yang menyebabkan kekalahan besar etnis Armenia.

Presiden Aliyev sendiri telah memimpin Azerbaijan sejak tahun 2003 silam. Pemungutan suara tersebut diperkirakan akan memperpanjang kekuasaan keluarga Aliyev yang telah berlangsung selama puluhan tahun.

3. Pakistan

Pakistan/Foto: Freepik.com/ASphotofamily

Pakistan akan menggelar pemungutan suara untuk memilih Majelis Nasional pada 8 Februari 2024. Sebelumnya, Komisi Pemilu Pakistan (Election Commision of Pakistan/ECP) telah menunda pelaksanaan pemilihan parlemen ini sekitar dua bulan.

Melansir dari CNBC Indonesia, alasannya ECP memerlukan lebih banyak waktu untuk menarik kembali daerah pemilihan di seluruh negeri setelah sensus penduduk terbaru. Proses pemilu di Pakistan dijadwalkan berlangsung dalam 90 hari. 

Mengutip The Associated Press (AP), terdapat tiga kubu yang meramaikan pemilu kali ini. Mantan Perdana Menerti Imran Khan, seorang tokoh oposisi populer yang kini dipenjara dan pejabat pemilu menghalanginya untuk mencalonkan diri.

Saingannya, Perdana Menteri Nawaz Sharif, pernah tiga kali menjabat sekaligus pemimpin Liga Muslim Pakistan. Yang juga mencalonkan diri adalah Partai Rakyat Pakistan yang dipimpin oleh mantan Menteri Luar Negeri Bulawal Bhutto Zardari.

4. Belarusia

Presiden Belarusia Alexander Lukashenka/Foto: Getty Images

Presiden Belarusia Alexander Lukashenka menjadwalkan pemilihan Majelis Rendah (atau Dewan Perakilan Rakyat) pada 25 Februari 2024 nanti. Selain itu, Presiden Lukashenka juga akan membentuk sebuah badan baru bernama Majelis Rakyat Seluruh Belarusia, yang disebut sebagai badan demokrasi tertinggi.

Ini adalah kampanye politik pertama di negara Eropa Timur itu sejak Presiden Lukashenka terpilih kembali 2020. Pasalnya, hasil pemilihan presiden lalu telah memicu aksi kekerasan brutal yang dilakukan oleh pasukan keamanan Lukashenka kepada masyarakat Belarusia.

5. Senegal

Warga Kota Dakar, Senegal/Foto: Getty Images/SEYLLOU

Negara dengan total populasi 18 juta jiwa ini akan melaksanakan pilpres atau pemilihan Presiden pada tanggal 25 Februari 2024. Senegal menerapkan sistem pemungutan suara dua putaran, yang mengharuskan kandidat yang menang memperoleh lebih dari 50 persen suara.

Pemilihan presiden 5 tahun sekali di negara Afrika ini menjadi momen penting menuju pemerintahan yang lebih akuntabel, responsif, dan demokratis. Dikutip via France 24, Dewan Konstitusi Senegal pada Sabtu (20/1/2024), telah menerbitkan daftar akhir 20 kandidat untuk pilpres 25 Februari nanti.

6. Kamboja

Kamboja/Foto: Freepik.com/saiko3p

Salah satu negara anggota ASEAN ini akan mengadakan pemilihan Senat pada 25 Februari 2024. Senat ialah majelis tinggi dari parlemen Kamboja yang terdiri dari 61 anggota.

Sejumlah 57 kursi Senat dipilih setiap enam tahun oleh anggota dewan komune dari 24 provinsi di Kamboja. Dua kursi lagi dicalonkan oleh Raja Kamboja, dan dua kursi terakhir dipilih oleh Majelis Nasional. Senat diketuai oleh Presiden Senat dan dibantu oleh dua Wakil Presiden Senat.

****
Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di TheTriump? Yuk gabung ke komunitas pembaca TheTriump B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)