Sadis! Tentara Israel Nyamar Jadi Petugas Medis untuk Menyerang RS, 3 Warga Palestina Tewas!

Hari demi hari, tentara Israel tak henti-hentinya melayangkan serangan untuk warga Palestina. Puluhan ribu orang yang telah menjadi korban masih belum menjadi kepuasan untuk mereka menghentikan serangan.

Mengutip Al Jazeera, korban tewas pada 1 Februari 2024 ini telah mencapai hampir 27.000 jiwa dengan 66.000 orang terluka. Tentu, ini jumlah yang sangat fantastis. 

Rumah sakit yang menjadi tempat perlindungan untuk para korban mendapat penanganan pun bukan lagi menjadi tempat aman. Seperti yang viral baru-baru ini, dimana tentara Israel menyamar sebagai petugas medis untuk menyerbu rumah sakit. 

Serangan Terjadi di RS Kota Jenin, Tepi Barat Palestina

Tentara Israel menyamar jadi petugas medis untuk menyerang RS/Foto: (Palestinian Health Ministry via AP)

Kejadian dimana tentara Israel menyamar sebagai petugas medis dan warga sipil ini terjadi di sebuah rumah sakit di kota Jenin, tepi barat Palestina, pada Selasa (30/1/2024) kemarin. 

Dalam sebuah rekaman CCTV yang viral di media sosial, menunjukkan sekitar selusin pasukan yang menyamar sebagai dokter, perawat, perempuan berhijab, dengan satu orang mendorong kursi roda dan satu lagi membawa kursi dorong bayi. Mereka menyerbu koridor dengan membawa senjata. 

Melansir Al Jazeera, diketahui ada tiga pria Palestina yang tewas karena serangan ini. Pihak rumah sakit mengatakan, ketiga pria itu sedang tidur saat serangan terjadi. 

“Pagi ini tiga pemuda menjadi syahid oleh peluru pasukan pendudukan (Israel) yang menyerbu Rumah Sakit Ibnu Sina di Jenin dan menembak mereka,” kata Kemeterian Kesehatan di Ramallah. 

Tentara Israel mengatakan, pasukannya telah “menetralisir” orang-orang yang bersembunyi di rumah sakit dan menjadi anggota “sel teroris Hamas”.

Militer Israel mengidentifikasi bahwa salah satu pria yang terbunuh sebagai Mohammad Jalamneh berusia 27 tahun, yang diklaim merencanakan serangan dalam waktu dekat dan telah mentransfer senjata dan amunisi kepada anggota lainnya. 

Sementara itu, dua pria yang terbunuh lainnya ada saudara laki-laki Basil dan Mohammad Ghazawi yang bersembunyi di dalam rumah sakit dan terlibat dalam serangan, kata militer. 

“Sebuah senjata ditemukan pada orang yang dicari, yang disita oleh pasukan,” tambah pernyataan militer. 

Jadi Serangan Israel yang Paling Berani
SENSITIVE MATERIAL. THIS IMAGE MAY OFFEND OR DISTURB A blood-stained pillow lies on a bed at the site where three Palestinians were killed during an Israeli raid, at a hospital in Jenin, in the Israeli-occupied West Bank, January 30, 2024. REUTERS/Raneen Sawafta

Tentara Israel menyamar jadi petugas medis untuk menyerang RS/Foto: (REUTERS/Raneen Sawafta)

Melansir CNN, kejadian pada hari Selasa lalu ini merupakan salah satu serangan Israel yang paling berani sejak perang dimulai. Para ahli pun telah memperingatkan bahwa serangan Israel ini mungkin melanggar hukum kemanusiaan internasional. 

Kementerian Kesehatan Palestina mengutuk serangan ini dan meminta Majelis Umum PBB untuk memberikan perlindungan yang diperlukan bagi pusat perawatan medis dan kru darurat. 

Mengomentari penggerebekan yang terjadi, Kepala Staf Umum IDF Herzi Halevi mengklaim bahwa orang-orang yang menjadi sasaran adalah mereka yang terlibat dalam serangan. 

“Kami tidak ingin mengubah rumah sakit menjadi medan perang,” ujar Halevi. 

“Tetapi kami bahkan lebih bertekad untuk tidak membiarkan rumah sakit di Gaza, Yudea dan Samaria, Lebanon, yang berada di atas tanah atau di terowongan dan terowongan di bawah rumah sakit, menjadi sebuah tempat. Hal ini merupakan kedok terorisme, dan hal ini memungkinkan para teroris untuk menyimpan senjata, beristirahat, dan melakukan serangan,” lanjutnya.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di TheTriump? Yuk, gabung ke komunitas pembaca TheTriump, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)