Orangtua Catat! Psikolog Bagikan 4 Trik Sederhana untuk Kurangi Screen Time Anak

Mengelola waktu pemakaian gadget pada anak bisa menjadi salah satu aspek paling menantang dalam urusan pola asuh. Menurut 2023 C.S. Mott Children’s Hospital National Poll on Children’s Health, lebih dari dua pertiga orangtua menyebut penggunaan gadget dan screen time secara berlebihan merupakan kekhawatiran utama mereka terhadap anak-anak.

Meski begitu, psikolog dan peneliti media anak-anak di SRI International, Claire Christensen, mengatakan penting bagi orangtua untuk mengingat bahwa tidak semua screen time itu buruk.

Menonton konten pendidikan berkualitas tinggi dapat membantu anak mempelajari keterampilan penting dan mengembangkan kecerdasan emosional, yang dapat membantu mereka tumbuh menjadi orang dewasa yang sukses.

Melansir CNBC, berikut 4 trik yang dibagikan Claire untuk membantu anak beralih dari screen time tanpa memicu tantrum berlebih.

1. Buat Aturan dan Konsisten


Ilustrasi/Foto: Freepik.com

Claire mengatakan orangtua harus menerapkan aturan dan berusaha tetap konsisten untuk menciptakan rutinitas. “Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak cenderung tidak memiliki hubungan yang bermasalah dengan penggunaan media jika orangtua mereka mempunyai aturan,” katanya.

Claire merekomendasikan untuk menciptakan rutinitas menonton media. Rencanakan kapan dan berapa lama anak berinteraksi dengan waktu pemakaian gadget. Melakukan hal tersebut bisa membantu orangtua menjadi lebih proaktif dalam mengarahkan anak-anak ke konten berkualitas lebih tinggi.

2. Fokus pada Konten Berdurasi Panjang

Deretan trik sederhana kurangi screen time pada anak dari psikolog/Foto: Freepik.com/mteerapat

Ada banyak penelitian yang menunjukkan bahwa video berdurasi pendek berdampak negatif terhadap rentang perhatian kita dengan memberikan kepuasan instan. “Video pendek khususnya bisa memberikan dampak yang kuat bagi anak-anak, sehingga membuat mereka lebih sulit untuk berhenti menonton,” kata Claire.

Oleh karena itu, arahkan anak ke konten yang lebih panjang dengan durasi video minimal 30 menit. “Video-video tersebut dapat membantu anak membangun rentang perhatian sedikit lebih lama yang akan mengurangi kemungkinan mereka memaksakan diri untuk menonton video pendek tanpa henti,” jelas Claire.

3. Hindari Two-Minute Warning

Deretan trik sederhana kurangi screen time pada anak dari psikolog/Foto: Freepik.com/master1305

Jika orangtua tetap berpegang pada rutinitas, masuk akal untuk memberi tahu anak kapan waktu pemakaian gadget yang direncanakan akan segera berakhir. Namun, memberikan two-minute warning untuk memberi tahu anak bahwa sudah hampir waktunya melakukan hal lain justru bisa memicu kemarahan dini.

Sebaiknya orangtua menyimpan pengingat itu untuk diri mereka sendiri sehingga orangtua bisa menggunakan waktu tersebut untuk mulai merencanakan aktivitas berikutnya. “Beri diri Anda waktu dua menit untuk memikirkan tentang apa yang dapat Anda lakukan bersama anak Anda selanjutnya, seperti sesuatu yang menarik yang dapat Anda tawarkan kepada mereka segera setelah mereka selesai menonton,” kata Claire.

Perubahan topik yang lembut tersebut dapat membantu anak beralih dari waktu pemakaian gadget dengan lebih lancar dibandingkan dengan peringatan waktu yang tegas. Transisi dari waktu pemakaian perangkat ke waktu bermain juga dapat membantu.

4. Gunakan Aplikasi Pengatur Screen Time

Deretan trik sederhana kurangi screen time pada anak dari psikolog/Foto: Freepik.com

Beberapa smartphone telah dilengkapi pengaturan yang memungkinkan orangtua menetapkan batas waktu pemakaian gadet untuk memastikan anak-anak tetap mengikuti rutinitas waktu pemakaian gadget yang direncanakan.

Ada juga beberapa aplikasi untuk mengatur waktu pemakaian gadget dan beberapa platform serta saluran tertentu seperti YouTube Kids memungkinkan orangtua menetapkan batasan berapa banyak konten yang dapat ditonton dalam satu waktu.

Saran ini sangat berguna bagi anak-anak yang lebih kecil, yang cenderung tidak memahami batasan waktu penggunaan gadget. “Sebuah penelitian menemukan bahwa anak-anak cenderung tidak mengalami reaksi sulit terhadap akhir waktu pemakaian gadget jika mereka mengira gadget mereka yang mengakhirinya, dibandingkan orangtua mereka,” kata Claire.

Claire merekomendasikan agar orangtua mengupayakan keseimbangan yang nyaman bagi keluarga mereka. Itu berarti orangtua harus sering mencari cara yang lebih baik untuk menghindari kehancuran emosional pada anak ketika tiba waktunya untuk beralih dari screen time ke aktivitas lain.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di TheTriump? Yuk, gabung ke komunitas pembaca TheTriump, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)