Nggak Selalu Fisik, 5 Kekerasan Non Fisik Ini Juga Bisa Terjadi dalam Hubungan Tanpa Kamu Sadari!

Kekerasan adalah hal yang dikutuk oleh semua kalangan masyarakat di belahan dunia mana pun. Kendatipun begitu, tindakan-tindakan yang diidentifikasi sebagai kekerasan umumnya hanya bersifat fisik. Padahal ada juga kekerasan non fisik yang biasa terjadi di sekitar kita.

Kekerasan non fisik juga kerap dilakukan dalam sebuah hubungan asmara. Makanya, kamu harus mulai lebih peka dan segera menghentikan tindakan-tindakan yang sebenarnya tergolong kekerasan dalam hubungan, dilansir dari Refinery 29 berikut ini!

Minta Dikabari Setiap Waktu


Ilustrasi/Foto: Unsplash/Christian Wiediger

Kekerasan yang terjadi dalam hubungan biasanya ditunjukkan dengan perilaku dominan dan mengontrol. Perilaku ini awalnya tampak seperti perilaku normal yang ditunjukkan oleh orang lain dalam hubungan yang sama.

Mulanya, memang tidak terasa menyinggung sama sekali dan justru mengesankan bahwa pasangan adalah sosok yang perhatian. Namun, lama-lama pola perilaku mengontrol ini makin menjadi-jadi hingga di titik pasangan ingin selalu tahu posisi dan kegiatanmu setiap waktu.

Mengisolasi dari Teman dan Keluarga

Perempuan dan laki-laki terlihat sedang bertengkarIlustrasi/Freepik/ tirachardz

Mengisolasimu dari keluarga, teman, dan bahkan aktivitas yang kamu sukai juga merupakan tanda yang menunjukkan kekerasan non fisik lo! Jadi, mulai waspada, ya, ketika pasanganmu sudah sering mengisyaratkan bahwa mereka tidak suka menghabiskan waktu bersama hal-hal atau orang yang kamu sukai itu.

Keluarga, teman, hingga hobi yang kamu nikmati itu bisa dibilang sebagai support system untukmu. Mencoba mengisolasimu dari hal-hal yang bisa menyelamatkanmu itu adalah cara pasangan abusive untuk memperkuat kekuasaan dan taktik mengontrolnya.

Menuduh Pasangan Selingkuh

Ilustrasi/Foto: Pexels/Vera Arsic

Pasangan yang biasa melakukan kekerasan juga, umumnya, merasakan kecemburuan yang besar. Mereka kerap membayangkan bahwa pasangannya bersikap tidak setia meskipun sebenarnya tidak memiliki bukti nyata.

Korban yang dituduh melakukan perselingkuhan ini pun harus membuktikan dengan berbagai cara bahwa mereka tidak melakukan kesalahan yang dituduhkan kepadanya itu. Keadaan ini akan membuat orang-orang yang terlibat dalam hubungan ini dilanda stres, terutama pihak korban.

Mengirim Pesan dan Menelepon Tanpa Henti
Cara Mengelola Stres Akibat Main Media Sosial/Foto: pexels.com/Alex Green

Ilustrasi/Foto: pexels.com/Alex Green

Dengan adanya teknologi, umumnya, ada ekspektasi bahwa pasangan akan selalu bisa dihubungi kapan saja dan di mana saja. Dalam sebuah hubungan dengan pelaku kekerasan, biasanya tidak membalas pesan dan mengangkat telepon bisa memicu terjadinya pertengkaran besar.

Bisa dibilang bahwa teknologi juga meningkatkan kecenderungan perilaku kekerasan ini pada seseorang. Kemudahan berkomunikasi malah justru menjadi momok yang membuat korban tidak diizinkan untuk menikmati kehidupan dan waktunya sendiri dengan tenang.

Shaming

Ilustrasi/Foto: Unsplash/Julia Taubitz

Dalam sebuah hubungan dengan pelaku kekerasan non fisik, kamu juga akan sering mengalami yang namanya shaming. Kamu bisa saja diejek mulai dari masalah penampilan, kecerdasan, hingga orang-orang yang menjadi temanmu untuk menghabiskan waktu.

Tindakan shaming ini termasuk ke dalam bentuk kekerasan emosional. Tujuan tindakan ini juga sama dengan perilaku kekerasan non fisik yang disebutkan sebelumnya, yakni untuk menjadi lebih unggul dari pasangan dengan cara menjatuhkannya.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di TheTriump? Yuk, gabung ke komunitas pembaca TheTriump, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)