Menurut Psikolog, Aturan ‘5R’ Ini Bisa Bantu Anak Tumbuh Lebih Tangguh dan Bermental Baja

Sebagai orangtua, tentu ingin melindungi anak-anaknya dari kejamnya dunia. Namun, orangtua tidak bisa melindungi anaknya selamanya. Pada akhirnya, sang anak harus menempuh jalan yang dipilihnya dan menghadapi tantangan hidupnya sendiri.

Oleh karena itu, penting untuk membantu anak tumbuh menjadi sosok yang tangguh dan bermental baja. Tugas orangtua bukan hanya soal melindungi anak dari tantangan hidup, namun juga menunjukkan dan mempersiapkan mereka cara mengatasinya.

Menurut psikolog Aliza Pressman, ada aturan ‘5R’ yang bisa diterapkan orangtua untuk membantu anak tumbuh menjadi sosok yang tangguh dan bermental baja. Dirangkum dari CNBC Make It, ini ulasannya!

Relationships (Hubungan)

Menurut Psikolog, Aturan ‘5R’ Ini Bisa Bantu Anak Tumbuh Lebih Tangguh dan Bermental Baja/Foto: Freepik.com/pvproductions

Hubungan yang erat dan kuat antara orangtua dan anak mampu membuat mereka mampu mengatasi kesulitan yang dihadapi. Tidak hanya orang dewasa, anak-anak juga bisa mengalami yang namanya stres.

Menurut Pressman, ada tiga jenis stres yang bisa dialami anak:

  • Stres positif: Ini bisa terasa seperti kegembiraan, seperti rasa semangat sebelum hari pertama sekolah. Jenis stres ini bagus untuk perkembangan.
  • Stres yang dapat ditoleransi: Ini terjadi ketika seorang anak mengalami sesuatu yang lebih parah, seperti kehilangan orang yang dicintai dan dapat dikelola dengan lebih baik jika mereka memiliki setidaknya satu hubungan baik dengan pengasuhnya.
  • Stres beracun: Ini adalah respons yang kuat terhadap kesulitan yang berkepanjangan, seperti melihat kekerasan atau mengalami kesulitan ekonomi yang terus-menerus. Stres beracun terjadi ketika tidak ada hubungan yang protektif.

“Memiliki seseorang yang bisa mengasuh yang membuat Anda merasa aman, terlindungi, dan terhubung dapat mengubah kategori stres dari beracun menjadi dapat ditoleransi,” kata Pressman.

Reflection (Refleksi)
4 Hal Yang Harus Dilakukan Orangtua Saat Anak Mengalami Body Shaming/Foto: pexels.com/anastasia-shuraeva

Menurut Psikolog, Aturan ‘5R’ Ini Bisa Bantu Anak Tumbuh Lebih Tangguh dan Bermental Baja/Foto: pexels.com/anastasia-shuraeva

Ketika orangtua memiliki segudang aktivitas, mungkin sulit untuk bisa bermeditasi di pagi hari. Namun, menurut Pressman, cobalah untuk meluangkan waktu sejenak dalam sehari untuk melakukan refleksi.

Ini dapat membantu orangtua untuk melihat apa yang mereka dan anak-anak butuhkan. Selain itu, juga bisa membantu mengarahkan orangtua untuk memberikan respons yang lebih terukur, dibandingkan dengan respons spontan.

Anak-anak akan memperhatikan seberapa baik orangtua mengatur diri sendiri. Orangtua juga bisa mengajak anak mereka untuk melakukan refleksi diri untuk mendapatkan rasa tenang.

Jika dilakukan bersama anak, waktu untuk refleksi ini tidak perlu diperlakukan sebagai sebuah ‘tugas’ yang kaku. Cobalah sambil duduk di sofa depan tv, ketika anak sedang memakan permen, cobalah meminta mereka untuk diam sejenak untuk refleksi. Kebiasaan ini bisa membantu mereka menjadi sosok yang tenang dan tangguh ketika menghadapi masalah nantinya.

Regulation (Regulasi)
Besarkan anak tanpa kekerasan/Foto: Pexels/Kindel Media

Menurut Psikolog, Aturan ‘5R’ Ini Bisa Bantu Anak Tumbuh Lebih Tangguh dan Bermental Baja/Foto: Pexels/Kindel Media

Menurut Pressman, anak-anak bisa ‘meminjam’ sistem saraf orangtuanya. Singkatnya, anak-anak bisa dengan mudah meniru perilaku orangtuanya.

Regulasi merupakan faktor penting dalam ketahanan karena mengajarkan anak untuk merespons ketidaknyamanan dengan cara yang tenang, tidak peduli seberapa besar perasaan mereka.

Ketika terjadi masalah, orangtua bisa coba mendekati anak dengan sikap tenang, mengingatkan mereka untuk bernapas, dan menyatakan bahwa meskipun perasaan mereka valid, tindakan mereka harus tetap sesuai dengan situasi.

“Selama mereka tidak dikejar beruang, Anda dapat berhenti sejenak lalu memutuskan bagaimana Anda ingin meresponsnya,” kata Pressman. “Dan dengan melakukan hal ini, Anda sedang melatih kekuatan pengaturan diri mereka.”

Rules (Peraturan)
Beri kesempatan pada anak untuk gagal/foto:freepik.com/graphixchon

Menurut Psikolog, Aturan ‘5R’ Ini Bisa Bantu Anak Tumbuh Lebih Tangguh dan Bermental Baja/Foto: freepik.com/graphixchon

Pressman membagi peraturan menjadi dua kategori, yaitu boundaries (batasan yang dimiliki seseorang terhadap dirinya sendiri) dan limits (batasan yang dimiliki seseorang tentang perilakunya).

Menerapkan keduanya dapat membantu anak-anak merasa aman, menurut Pressman.

“Jika kita mempunyai peraturan yang jelas, konsisten, dan masuk akal, anak-anak kita akan tahu apa yang diharapkan dari peraturan tersebut dan mereka tidak perlu selalu waspada terhadap masukan,” katanya.

Dan jika kita menetapkan batasan dengan teman atau anggota keluarga, anak-anak akan merasa berani melakukan hal yang sama.

Repair (Memperbaiki)
Ibu muda Ingin Sang Anak Selalu Aman dan Terhindar Masalah? Hati-Hati Jangan sampai Terjebak pada Snowplow Parenting/Foto:Freepik.com/sherry

Menurut Psikolog, Aturan ‘5R’ Ini Bisa Bantu Anak Tumbuh Lebih Tangguh dan Bermental Baja/Foto: Freepik.com/sherr

Aturan ini tidak mengacu pada memperbaiki kesalahan, melainkan memperkuat pentingnya hubungan.

Orangtua dapat melakukan ‘perbaikan’ dengan menunjukkan empati, cinta, dan rasa ingin tahu kepada anak. Misalnya ketika anak bercerita tentang kesehariannya di sekolah, tetapi orangtua sibuk bekerja, anak mungkin akan merasa diabaikan dan akan berusaha mencari perhatian.

Daripada mengabaikan kejadian tersebut, orangtua dapat memberi tahu anak bahwa mereka menyesal tidak mendengarkan sebelumnya. Namun, orangtua bisa kembali bertanya dan mendengarkan tentang keseharian sang anak.

Jika anak mendapatkan perhatian yang cukup dari orangtuanya, kemungkinan besar mereka akan bangkit kembali dari tantangan apa pun yang mereka temui sepanjang hidup.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di TheTriump? Yuk, gabung ke komunitas pembaca TheTriump, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)