Masuk Daftar Negara Termiskin di Dunia, Ini Lika-liku Perekonomian Zimbabwe yang Bikin Geleng Kepala!

Global Finance Magazine resmi merilis daftar negara termiskin di dunia dengan taglinePoorest Countries in the World 2023‘ pada Desember 2023 lalu. Dalam laporan itu, tercantum Zimbabwe menempati posisi ke-17 sebagai negara termiskin di dunia dengan GDP-PPP per kapita sebesar 2.627 USD. 

Masuknya suatu negara ke deretan negara termiskin di dunia pasti tidak jauh dari kondisi ekonomi setempat. Krisis ekonomi yang menerjang Zimbabwe pada tahun 2000-an, sempat membuat angka pengangguran di sana naik signifikan. 

Diketahui salah satu krisis ekonomi Zimbabwe didasari karena inflasi yang terus melonjak. 

Zimbabwe Cetak Inflasi dengan Lonjakan Tertinggi di Tahun 2008

Lantaran suplai uang berlebihan, Zimbabwe pernah alami lonjakan inflasi hingga 231 juta persen/foto: pexels.com/cottonbro studio

Siapa yang menyangka bahwa inflasi yang terjadi di Zimbabwe meroket hingga 11,250 juta persen. Bahkan pernah menyentuh angka 231 juta persen pada 2008, menurut laporan detikcom.

Tingginya inflasi saat itu disebabkan karena suplai uang yang berlebihan dan tidak disesuaikan dengan kondisi yang dialami negara Zimbabwe. Tercatat, Presiden yang berkuasa selama 30 tahun, Robert Mugabe, mencetak uang dalam jumlah tinggi untuk pendanaan kampanye pemilu. Di sisi lain, untuk memenuhi kebutuhan negara.

Masih merujuk detikcom, Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Bhima Yudhistira, menuturkan bahwa mencetak uang dalam jumlah lebih tanpa ada underlying asset yang jelas bisa menimbulkan dampak pada inflasi tinggi.

Akibat hiperinflasi yang dialaminya, angka pengangguran di Zimbabwe mencapai 80-94 persen. Banyak manufaktur yang tutup sementara serta suplai makanan yang semakin langka.

Inflasi Meningkat, Zimbabwe Atur Redenominasi Uang tapi Gagal

Zimbabwe melakukan tiga kali redenominasi uang dan berakhir gagal/foto: pexels.com/pixabay

Tingginya inflasi di Zimbabwe membuat negara ini mencetak gebrakan baru dengan redenominasi uang. 

Sederhananya, redenominasi adalah menyederhanakan mata uang suatu negara tanpa mengubah nilai tukarnya.

Inti dari keberhasilan redenominasi adalah mengendalikan inflasi. Ketika inflasi bisa terkendali, maka redenominasi akan membantu menjangkar ekspektasi inflasi. Namun, faktanya tidak demikian. 

Terkuak bahwasanya Zimbabwe menjadi salah satu negara dengan redenominasi terbesar di dunia. Dalam kurun waktu 2006-2009, Zimbabwe melakukan tiga kali redenominasi mata uang dengan berakhir gagal.

Awal mulanya kode dolar Zimbabwe adalah ZWD. Dolar tersebut diperkenalkan pertama kali pasca Zimbabwe memperoleh kemerdekaannya pada 1980 lalu. 

Kala itu, 1 ZWD bernilai 1,47 USD di pasar resmi. Namun seiring waktu, nilai tersebut semakin menurun. 

Dolar Zimbabwe edisi ke-2 dan ke-3 yang telah diredenominasi diberi kode ZWN dan ZWR. Pada akhirnya redenominasi ketiga tepatnya tahun 2009, dolar Zimbabwe edisi ke-4 berkode ZWL. 

Dalam redenominasi mata uang Zimbabwe dari edisi 3 ke edisi 4, pemerintah Zimbabwe memotong 12 nol sekaligus dalam nilai dolar Zimbabwe. Alhasil dari 1.000.000.000.000 ZWR berubah menjadi 1 ZWL. 

Redenominasi tidak berjalan sukses lantaran dolar AS telah merambah di Zimbabwe sebagai alat transaksi sehari-hari.

Mengutip CNBC Indonesia, pada pertengahan 2015, bank sentral Zimbabwe secara resmi memblok dolar Zimbabwe dan beralih ke dolar AS sebagai mata uang utama Zimbabwe. 

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di TheTriump? Yuk gabung ke komunitas pembaca TheTriump, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI! 

(ria/ria)