Liburan Akhir Tahun Makin Seru, Kunjungi 5 Desa Wisata Anti Mainstream di Bali

Sebentar lagi tahun 2023 akan berakhir. Mendekati akhir tahun, menjadi waktu yang tepat untuk merencanakan liburan yang berbeda dan tak terlupakan. Salah satu tempat favorit untuk menghabiskan waktu liburan adalah Bali.

Dijuluki “The Last Paradise in the World”, Bali atau Pulau Dewata terkenal dengan pantainya yang indah, budaya yang kaya, dan suasana tropis yang memikat. Tak hanya itu, pulau ini juga masih memiliki banyak destinasi wisata yang masih jarang diketahui dan anti mainstream.

Kalau kamu berniat untuk liburan ke Bali, ini dia 5 desa wisata anti mainstream yang wajib kamu kunjungi!

Desa Gitgit

Air Terjun Gitgit/ Foto: Freepik.com/jcomp

Desa yang terletak di Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali ini menjadi destinasi wisata yang dikenal dengan keindahan alam terutama air terjun dan kehidupan warganya yang kental dengan budaya Bali. Salah satu wisata utama di desa ini adalah Air Terjun Gitgit. 

Air terjun ini memiliki dua tingkat dengan tingkat atas setinggi 35 meter dan tingkat bawah setinggi 20 meter. Terletak di tengah hutan tropis yang lebat, air terjun ini memiliki pemandangan sekitar yang memukau. 

Harga tiket masuk berkisar Rp20 ribu hingga Rp30 ribu per orang. Jika kamu ingin rappelling dan climbing, harga tiket mulai dari Rp2,2 juta.

Desa Tegallalang

Ayunan Ekstrem/ Foto: Pexels.com/Vladimir Konoplev

Desa yang terkenal dengan keindahan sawah teraseringnya ini terletak di Kabupaten Gianyar. Salah satu destinasi terkenal di daerah ini adalah ayunan ekstrem yang memiliki level ekstrem tinggi dengan ketinggian ayunan di 15 meter dan super ekstrem di 25 meter. 

Ada pula beberapa spot foto seperti di Dancing Bridge, Bird Nest, Glass Flooring, dan Education Temple. Untuk harga destinasi ayunan dimulai dari Rp150 ribu sampai Rp450 ribu.

Desa Trunyan

Desa Trunyan/ disparda.baliprov.go.id

Berlokasi di tepi Danau Batur, Desa Trunyan menawarkan pengalaman budaya yang unik dan mistis. Keunikan desa ini menarik perhatian wisatawan karena terkenal dengan upacara pemakaman yang unik dilakukan di bawah pohon taru menyan tanpa dikubur. Selain itu, desa ini juga menawarkan pemandangan indah Danau Batur dan Gunung Batur.

Biaya perjalanan perahu untuk menuju Desa Trunyan berkisar Rp200 ribu hingga Rp300 ribu.

Desa Guwang

Hidden Canyon Beji Guwang/ instagram.com/hiddencanyonbejiguwang

Masih terletak di Kabupaten Gianyar, Desa Guwang bisa menjadi pilihan selain Desa Tegallalang. Desa ini menawarkan keindahan alam yang terkenal dengan Hidden Canyon Beji Guwang yaitu sebuah ngarai dimana terdapat aliran sungai yang diapit oleh tebing batu. 

Untuk menuju ke tempat ini, wisatawan disarankan memakai alas kaki khusus karena akan melewati medan jalan yang licin dan tebing-tebing yang curam. Tarif destinasi wisata ini sekitar Rp10 ribu.

Desa Pemuteran

Underwater Temple Garden/ Foto: Pinterest.com/Paul M Turley

Terletak di ujung barat laut Bali, desa ini memiliki destinasi wisata keindahan bawah laut yang menarik. Pemutaran menawarkan pengalaman unik dengan kegiatan menyelam dan proyek konservasi terumbu karangnya. 

Di daerah ini, wisatawan bisa berkunjung ke Taman Nasional Bali Barat, konservasi terumbu karang Bio-Rock, dan bisa snorkeling atau diving di Underwater Temple Garden yaitu candi dan patung Buddha di bawah laut dengan biaya sewa peralatan mulai dari Rp75 ribu. 

Itulah 5 desa wisata anti mainstream di Bali yang wajib kamu kunjungi. Sebelum liburan, pastikan semua sudah direncanakan dengan baik dan selalu jaga kesehatanmu ya, Beauties!

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di TheTriump? Yuk gabung ke komunitas pembaca TheTriump B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(dmh/dmh)