Kalkun Jadi Makanan Utama Populer Saat Makan Malam Natal di Inggris, Ternyata Ini Alasannya!

Olahan kalkun memang jarang ditemukan di Indonesia. Tapi, bagi masyarakat Inggris dan Amerika, sajian kalkun telah menjadi budaya sendiri yang tak pernah absen saat perayaan Natal. Ibaratnya kalau di Indonesia, merayakan lebaran tidak lengkap tanpa kehadiran opor ayam.

Kalkun secara tradisional dimakan sebagai hidangan utama pada pesta makan malam Thanksgiving di Amerika Serikat dan Kanada, dan pada pesta makan malam Natal di Inggris. Kalkun yang kaya protein, mineral, dan vitamin B, memiliki rasa dan tekstur mirip ayam. Bedanya, daging kalkun lebih juicy dari daging ayam.

Namun, kebanyakan orang tidak tahu dari mana tradisi ini dimulai, atau mengapa kalkun sebagai pilihan paling populer di Hari Natal dibandingkan ayam atau sapi.

Inilah alasan kalkun menjadi hidangan utama yang khas saat perayaan Natal, serta kapan dan di mana tradisi itu berasal.

Kisah Awal Mula Kalkun Tiba di Inggris

Kalkun/Foto: Unslpash.com/Suzy Brooks

Meskipun kalkun bukan hewan asli Inggris, kalkun telah dikonsumsi oleh masyarakat Inggris selama ratusan tahun. Dilansir dari SquareMeal, kalkun pertama kali tiba di Eropa, khususnya Spanyol, pada tahun 1519.

Kalkun kemudian dibawa pertama kali ke Inggris sekitar tahun 1524 oleh seorang pelaut bernama William Strickland. Ialah yang memperkenalkan spesies unggas baru itu ke dataran Inggris.

Sebelum kalkun tiba di Inggris, perayaan Natal di negara Ratu Elizabeth ini awalnya menggunakan olahan masakan yang terbuat dari daging sapi, angsa, babi, hingga burung merak. Setelah kalkun diperkenalkan ke Inggris, popularitasnya semakin meningkat sebagai daging Natal.

Lagipula, bagi peternak, kalkun dianggap lebih efektif karena kalkun bisa langsung dipotong, sementara ayam dan sapi dibiarkan untuk menghasilkan telur dan susu. Seekor kalkun pun biasanya cukup besar untuk memberi makan satu keluarga.

Kalkun Dulunya Makanan Mewah Kerajaan

Kalkun dulunya makanan mewah kerajaan/Foto: Freepik.com/YuriArcursPeopleimages

Raja Inggris Henry VIII merupakan orang pertama di Inggris yang menikmati kalkun untuk hidangan Natalnya pada abad ke-16. Berhubung orang yang pertama kali mencobanya adalah seorang raja, maka tak heran jika kalkun dianggap sebagai hidangan mewah.

Kalkun dinilai sangat berharga dan dijual dengan harga mahal, terutama saat Natal. Tak semua orang bisa menikmatinya, meskipun kalkun sudah umum disajikan pada akhir abad ke-16.

Barulah pada abad ke-19, kalkun menjadi sumber protein utama dalam perayaan Natal bagi keluarga Inggris. Terutama, setelah Ratu Victoria mulai memasukkan menu kalkun pada hari Natal pada tahun 1851. Namun, harga kalkun pada saat itu masih relatif tinggi.

Dikutip dari Metro, pada 1950-an setelah Perang Dunia II, peternakan kalkun mulai muncul. Seiring dengan semakin banyaknya peternak kalkun di Inggris, maka daging unggas tersebut semakin murah sehingga bisa dinikmati oleh masyarakat banyak seperti sekarang ini. Lebih dari sepuluh juta kalkun dikonsumsi setiap Natal di Inggris.

Berbeda dengan Inggris, masyarakat Amerika Serikat umumnya menyajikan kalkun sebagai hidangan khas yang istimewa saat Hari Raya Thanksgiving.

Hidangan Kalkun di Amerika dan Inggris

Hidangan kalkun panggang di Hari Natal/Foto: Freepik.com/Dragen Zigic

Pada musim liburan Thanksgiving dan Natal, kalkun secara tradisional disajikan dengan isian atau saus. Kalkun utuh akan diisi dengan mentega, bawang bombai, potongan roti kering, sosis, kaldu ayam, seledri, sayuran, dan mixed herbs seperti thyme, sage, dan rosemary, kemudian kalkun dipanggang hingga matang. Isian (stuffing) tersebut juga bisa dimasak terpisah dan disajikan sebagai menu lauk.

Merujuk Independent, makan malam Natal tradisional Amerika sangat mirip dengan menu Thanksgiving. Biasanya terdapat kalkun isi panggang atau ham, isian kalkun, kentang tumbuk, kuah gravy, dan saus cranberry. Tak jauh berbeda, di Inggris, kalkun panggang disajikan bersama kentang panggang, kubis brussel, parsnip, isian, saus cranberry, kuah gravy, dan tak boleh ketinggalan pigs in a blanket (babi dalam selimut), yakni sosis kecil yang dibungkus dengan bacon atau pastry sehingga mirip sosis gulung.

****
Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di TheTriump? Yuk gabung ke komunitas pembaca TheTriump B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)