Jurnalis Palestina Motaz Azaiza Putuskan Mengungsi dari Gaza

Jurnalis foto Motaz Azaiza yang selama ini gencar mengabarkan kabar terkini di Palestina di tengah serangan keji Israel, memutuskan untuk mengungsi dari Gaza. Hal tersebut disampaikan pria berusia 24 tahun itu melalui akun media sosialnya.

“Jadi, saya harus mengungsi karena banyak alasan, Anda semua tahu beberapa di antaranya tapi tidak seluruhnya,” tulis Motaz Azaiza di akun X (dulu Twitter), @azaizamotaz9, Selasa (23/1).

Motaz juga mengucapkan terima kasih atas dukungan yang terus ia terima selama ini dan meminta semua netizen untuk terus mendoakan masyarakat Gaza.

“Terima kasih semua. Berdoalah untuk Gaza,” ungkapnya.

Motaz juga mengunggah sebuah video di mana dirinya terlihat berpamitan dengan keluarga dan kerabatnya.

“Ini terakhir kalinya Anda melihat saya dengan rompi [pers] yang berat dan bau ini. Saya memutuskan untuk mengungsi hari ini. Mudah-mudahan saya segera bangkit kembali dan membantu membangun Gaza lagi,” kata Motaz dalam video tersebut.

Motaz Azaiza Mengungsi ke Mana?

Jurnalis Palestina Motaz Azaiza Putuskan Mengungsi dari Gaza/Foto: Instagram/motaz_azaiza

Lantas, ke mana Motaz mengungsi? Rupanya, Motaz pergi menuju Qatar.

Dari unggahan media sosialnya, ia terlihat menaiki pesawat abu-abu yang bertuliskan “Qatar Emiri Air Force”. 

“Video pertama di luar Gaza,” katanya dalam salah satu klip, mengungkapkan bahwa ini adalah pertama kalinya dia naik pesawat. “Menuju ke Qatar.”

Ia juga membagikan video bagian dalam pesawat saat mendarat di Doha.

Jurnalis Pahlawan di Gaza
Motaz Azaiza

Motaz Azaiza/Foto: Instagram/motaz_azaiza

Motaz Azaiza menarik perhatian dunia ketika ia merekam dirinya mengenakan rompi bertuliskan PERS dan helm untuk mendokumentasikan kondisi Palestina ketika selama serangan Israel. Hingga saat ini, sudah lebih dari 25 ribu warga Palestina yang terbunuh akibat aksi keji Israel.

Israel melancarkan serangannya setelah Hamas menyerang Israel pada 7 Oktober, menewaskan 1.139 orang dan menawan lebih dari 200 orang kala itu.

Video dan foto yang dibagikan Motaz di media sosial selalu menunjukkan kondisi sebenarnya di Palestina, seperti anak-anak yang terluka hingga warga yang tertimpa reruntuhan akibat rudal Israel.

[Gambas:Instagram]

Sejak dimulainya serangan Israel, jurnalis foto ini telah mengumpulkan jutaan pengikut di berbagai media sosial. Motaz menjadi salah satu jurnalis yang menjadi kunci media dalam meliput Palestina. Berkat keberanian dan ketangguhan hatinya, ia pun dijuluki jurnalis pahlawan oleh masyarakat dunia.

Banyak netizen mendoakan Motaz dan berterima kasih atas aksinya yang mulia itu dalam membuka mata dunia mengenai apa yang sebenarnya terjadi di Palestina.

“Terima kasih atas semua yang telah kamu lakukan, apa yang telah kamu lakukan dalam 100 hari terakhir tidak dapat dilakukan orang seumur hidupnya. Anda adalah suara penting dalam menunjukkan kepada dunia kekejaman Israel di Gaza. Semoga Anda baik-baik saja dan aman,” kata salah satu pengguna di X.

“Kami sangat mencintaimu,” tulis musisi asal Amerika Serikat Kehlani. “Terima kasih atas aksi kemanusiaanmu.”

Motaz mengaku sedih karena harus meninggalkan Gaza. Namun, ia berharap bisa segera kembali lagi untuk membantu membangun kembali Gaza pasca serangan Israel.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di TheTriump? Yuk, gabung ke komunitas pembaca TheTriump, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)