Ini Potret Kemeriahan Natal yang Dirayakan Umat Kristen di Timur Tengah

Negara-negara di Timur Tengah dikenal sebagai negara mayoritas Muslim. Namun, Timur Tengah juga merupakan rumah bagi belasan juta umat Kristiani di dunia.

Sebagaimana Natal di negara-negara Barat, Hari Raya Natal juga dirayakan di seluruh Timur Tengah dengan cara tertentu, meski tidak semua negara di kawasan ini menandainya sebagai hari libur umum. Tercatat, hanya lima dari 22 negara anggota Liga Arab, yakni Sudan, Suriah, Yordania, Irak, dan Lebanon, yang mengakui Natal sebagai Hari Raya resmi.

Perayaan Natal di Timur Tengah dipengaruhi oleh beragam budaya dan agama yang terdapat di wilayah tersebut. Di sana, Natal terutama dirayakan oleh umat Kristiani yang menganut tradisi Ortodoks Timur, Katolik Roma, dan Protestan. Setiap negara di Timur Tengah pun mempunyai budaya, dan kebiasaan unik untuk merayakan Natal.

Lantas, seperti apa tradisi natal di negara-negara Timur Tengah? Berikut artikelnya.

1. Arab Saudi

Arab Saudi/Foto: Instagram.com/saudi.arabia

Sejak Mohammed bin Salman menjabat putra mahkota, kini Arab Saudi menjadi lebih terbuka dengan perayaan atau tradisi agama lain, termasuk Hari Raya Natal. Perayaan Natal boleh dilakukan dengan mematuhi kebijakan kerajaan, seperti dikutip dari CNN Indonesia. Salah satu ciri khas Natal di negara minyak ini yaitu tidak ada hari libur Natal bagi umat Kristen, begitupun nihil ucapan Natal secara resmi.

Sudah tiga tahun belakangan, warga Kristen di Arab Saudi bisa merayakan Hari Raya Natal secara terbuka. Mereka tak perlu lagi membeli pohon Natal secara diam-diam.

Pada Natal tahun lalu misalnya, beberapa pusat perbelanjaan dan kafe memasang hiasan pohon natal, warga umat Kristen mendekorasi rumah mereka dengan lampu kelap-kelip dan pohon Natal, ada manusia salju di Jeddah, hingga sinterklas di Al-Khobar. Meski begitu, umat Kristiani di Arab Saudi masih lebih suka merayakan Natal secara intim dalam lingkup keluarga.

2. Bethlehem, Palestina

Gereja Nativity, Bethlehem/Foto: Unsplash.com/Jorge Fernández Salas

Diyakini sebagai tempat kelahiran Yesus Kristus, Bethlehem di Palestina menjadi tempat yang teramat istimewa untuk merayakan Natal. Pada malam Natal, dikutip via Elan, umat Katolik, Protestan, Suriah, Ortodoks Armenia, dan Ortodoks Yunani, melakukan misa tengah malam dalam berbagai bahasa secara bersamaan di berbagai bagian Gereja St. Katarina Alexandria.

Sementara itu, pesta makan malam Natal biasanya dilengkapi dengan daging domba atau kalkun panggang, permen yang dibuat dengan nougat dan biji wijen, pancake semolina yang diisi dengan keju dan kacang-kacangan, serta minuman panas dari air mawar manis.

3. Lebanon

Tradisi Natal menanam benih di Lebanon/Foto: Freepik.com/devmaryna

Lebanon memiliki konsentrasi umat Kristen terbesar di Timur Tengah, yakni sekitar 45 persen penduduknya beragama Katolik Maronit, dan ada juga Kristen Ortodoks. Wajar jika perayaan Natal sudah menjadi tradisi familiar yang dirayakan dengan meriah hingga dijadikan hari libur umum.

Sekitar dua minggu sebelum Natal, orang-orang Lebanon kerap menanam benih buncis, biji-bijian gandum, lentil, dan kacang-kacangan di atas kapas basah. Mereka terus menyiraminya setiap hari sampai hari Natal. Tunasnya kemudian ditaruh di bawah pohon Natal untuk menandakan kelahiran Yesus Kristus.

Lepas misa malam Natal, dilanjutkan dengan pesta makan malam secara tradisional. Keluarga Lebanon biasanya menikmati kibbeh, hidangan nasi daging domba, burghul dengan salad tabbouleh, serta makanan penutup meghli, puding beras berbumbu adas manis dan kayu manis.

4. Mesir

Natal di Mesir/Foto: Instagram.com/greatlandofegypt

Mesir adalah rumah bagi komunitas Kristen Koptik yang terbesar di kawasan Arab dengan lebih dari 10 juta orang menganut agama tersebut, merujuk SBS. Sesuai dengan tradisi Ortodoks, Gereja Koptik Mesir merayakan Natal pada tanggal 7 Januari. 

Dalam rangka Advent, umat Kristen Koptik akan berpuasa dari daging, unggas, dan produk susu selama 40 hari. Pada malam Natal 6 Januari, semua orang menghadiri ibadah di gereja dengan mengenakan pakaian terbaik atau baju baru hingga tengah malam.

Setelah itu, orang-orang pulang ke rumah masing-masing untuk menikmati makan malam Natal. Biasanya makanan yang disantap berupa fata, yang terdiri dari roti, nasi, daging rebus, dan bawang putih. Hari Natal sendiri umumnya dirayakan dengan mengunjungi kerabat, tetangga, dan teman-teman.

5. Irak

Tradisi Natal api unggun di Irak/Foto: AFP

Tanggal 25 Desember baru ditetapkan sebagai hari libur nasional secara resmi di Irak tahun 2018, dikutip dari DW. Pasalnya, umat Kristen di Negeri 1001 Malam ini merupakan kelompok minoritas yang jumlahnya kurang dari 5% populasi. Meski begitu, kini perayaan Natal semakin populer di Irak.

Pada malam Natal, anak-anak membaca kisah kelahiran Yesus dari Alkitab berbahasa Arab, sementara anggota keluarga lainnya menyalakan lilin sambil mendengar cerita itu. Usai cerita dibacakan, keluarga membuat api unggun dari ranting duri kering sambil menyanyikan sebuah mazmur.

Orang Kristen Irak percaya bahwa api yang menyala bisa meramalkan nasib di tahun mendatang. Duri yang benar-benar berubah menjadi abu menandakan keberuntungan. Jika itu terjadi, setiap orang akan melompati abu sebanyak tiga kali dan membuat permohonan.

6. Suriah

Unta Natal di Suriah/Foto: Unsplash.com/Robert Thiemann

Umat Kristen di Suriah saat ini tergabung dalam gereja-gereja Ortodoks yang merayakan Natal tanggal 7 Januari, meskipun ada juga komunitas Katolik dan Kasdim. Seperti yang ditulis dalam Middle East Eye, ibu kota Damaskus mengadakan karnaval malam Natal dengan sangat meriah.

Semua masyarakat datang untuk menikmati suasana Natal dan ikut serta dalam perayaannya. Mereka berkumpul untuk menari, bernyanyi, dan menyaksikan pohon Natal terbesar di Damaskus yang tingginya lebih dari 30 meter.

Uniknya, tidak ada Sinterklas di Suriah, melainkan unta Natal, yang membawa tiga orang bijak untuk mengunjungi Yesus Kristus, yang membagikan hadiah kepada anak-anak. Tradisi makan malam Natal di Suriah diwarnai dengan hidangan khas berupa baba ghannouj, hummus, baklava, dan mezze platters.

7. Yordania

Tradisi Natal fruitcake di Yordania/Foto: Flickr/Brett Jordan

Sekitar 8% penduduk Yordania beragama Kristen, dan sebagian besar menganut ajaran Ortodoks. Salah satu tradisi Natal di Yordania adalah menyiapkan kue Natal sejenis fruitcake yang pembuatannya dimulai pada minggu pertama bulan Desember.

Kue yang berisi buah-buahan kering yang telah direndam dalam minuman beralkohol itu biasanya disajikan saat makan malam Natal. Bagi umat Kristiani di Yordania, silaturahmi bersama keluarga dan teman adalah tradisi yang penting saat hari Natal.

****
Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di TheTriump? Yuk gabung ke komunitas pembaca TheTriump B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)