Ini Dia Asal-Usul Rusa Santa Claus, Beneran Ada di Kutub Utara?

Pemandangan familiar setiap kali Hari Natal tiba, Santa Claus mengendarai kereta luncur yang ditarik oleh sekawanan rusa kutub. Mereka menjadi simbol kehangatan Hari Natal, bersama-sama mengantarkan hadiah kepada anak-anak di seluruh dunia.

Santa atau Sinterklas merupakan tokoh rekaan, konon terinspirasi dari seorang uskup Myra, kota kuno di wilayah Anatolia Turki kini. Melansir laman History Today, uskup tersebut bernama St Nicholas atau Santo Nick.

Menurut cerita, St. Nicholas suka diam-diam membantu warga. Ia tidak ingin mempermalukan warga dengan sedekah terang-terangan, sehingga memilih untuk menyelinap ke dalam rumah mereka pada larut malam dan melemparkan sekantong emas lewat jendela.


Sinterklas/ Foto: instagram.com/visitrovaniemi

Kemurahan hati St. Nicholas menginspirasi acara bagi-bagi hadiah pada sekitar tanggal 6 Desember, hari lahir sang uskup. Tradisi ini menyebar ke negara Eropa seperti Prancis dan Belanda pada abad ke-12. Singkat cerita, tradisi tersebut digeser ke Hari Natal pada tanggal 25 Desember untuk menghindari pengkultusan orang-orang kudus (suci).

Banyak catatan sejarah budaya populer mengungkapkan bahwa Santa Claus bertugas sendirian sebelum abad ke-19. Kala itu, kereta rusa bukanlah moda transportasi yang umum digunakan masyarakat, melainkan kereta kuda. Lantas bagaimana ceritanya sekawanan rusa kutub akhirnya ikut bersama Santa Claus keliling dunia membagikan hadiah?

Rusa Kutub dan Dongeng Komersial

Rusa Kutub dan Dongeng Komersial/ Foto: instagram.com/jensenmedia

Berbeda dari Santa Claus yang merupakan tokoh rekaan, rusa kutub atau reindeer benar-benar ada di dunia nyata. Hanya saja, mereka tidak bisa terbang sebagaimana yang digambarkan dalam cerita-cerita.

Dikenal pula dengan nama caribou, rusa kutub hidup di daerah Arktik dan Subarktik seperti negara-negara Skandinavia, Eropa Timur, dan Greenland. Melansir Live Science, rusa kutub adalah hewan yang sangat sosial. Mereka makan, bepergian, dan beristirahat dalam kawanan.

Konon, legenda rusa Santa Claus berasal dari budaya Sami, suku asli tertua di wilayah Skandinavia, Eropa Utara. Mereka percaya bahwa rusa kutub memiliki kekuatan magis. Namun, penggambaran Sinterklas yang terbang bersama kawanan rusa tidak ada dalam sejarah atau tradisi Sami.

rusa kutub
Foto: instagram.com/animalplanet

Melansir berbagai sumber, gagasan tentang rusa Santa Claus baru muncul dalam budaya populer pada abad ke-19. Ada puisi berjudul Twas The Night Before Christmas (A Visit from St. Nicholas) karya Clement Clarke Moore yang ditulis di New York pada tahun 1822. Puisi ini diyakini menggambarkan moda transportasi Santa, yakni kereta luncur yang ditarik oleh rusa kutub.

Lalu pada tahun 1926, seorang pengusaha di Alaska bernama Carl Lomen yang berpengalaman menjual daging rusa, menggandeng department store Macy’s untuk mengadakan parade promosi Natal. Mereka menampilkan Santa, rusa kutub, kereta luncur, dan beberapa penggembala Sami dengan pakaian tradisional.

Parade tersebut sukses besar dan akhirnya diadakan di kota-kota lain. Karena sangat berkesan di hati masyarakat, Santa Claus dan kereta rusa dewasa ini telah menjadi satu kesatuan dengan perayaan Hari Natal yang meriah.  

rusa kutub
Foto: instagram.com/apukkaresort

Mulanya, kereta luncur Santa Claus hanya ditarik oleh delapan rusa yang berpasangan, yakni Dasher-Dancer, Prancer-Vixen, Comet-Cupid, dan Donder-Blitzen. Suatu ketika, Santa Claus bertemu dengan rusa kutub berhidung merah dan mengajaknya ikut serta. Itulah Rudolph yang berada di depan memimpin rusa-rusa yang lain.

Rudolph tidak didasarkan pada mitologi atau literatur budaya asli manapun. Ia diciptakan sebagai karakter dalam buku mewarnai yang didistribusikan pada tahun 1939 oleh toserba Montgomery Ward yang sekarang sudah tutup permanen.

Adapun hidung Rudolph yang merah rupanya dapat dijelaskan secara ilmiah. Rusa kutub mungkin memiliki banyak sel darah merah di hidung secara alami untuk menyesuaikan temperatur dalam otak, menghindari pembekuan ketika suhu dingin ekstrim.

rusa kutub
Foto: instagram.com/arwinluontokuvia

Selain itu, rusa kutub juga diketahui memiliki bola mata yang dapat berubah warna. Saat musim dingin, matanya berwarna biru untuk membantu penglihatan pada tingkat cahaya yang rendah. Sedangkan pada musim panas, matanya akan berganti warna menjadi keemasan.

Rusa kutub kini menjadi salah satu daya tarik wisata di negara Skandinavia seperti Finladia. Mereka menawarkan pengalaman mengendarai Reindeer Sleigh alias kereta luncur yang ditarik oleh rusa kutub.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di TheTriump? Yuk gabung ke komunitas pembaca TheTriump B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(dmh/dmh)