Ibu Muda Jangan Sampai Terjebak Snowplow Parenting, Apa Itu?

Ingin segala sesuatu yang terbaik untuk sang buah hati, rasanya jadi harapan seorang ibu muda, Beauties. Namun jika terlalu protektif dalam memberikan perlindungan terhadap anak, ujung-ujungnya akan membuat mereka jadi nggak mandiri dan harus bergantung terus pada orangtua, loh!

Daripada memproteksi anak untuk tidak boleh merasakan kegagalan, lebih baik bebaskan mereka dengan memberikan segudang kesempatan untuk gagal dan bimbing si buah hati supaya bisa menyelesaikan masalah dengan percaya diri.

Dirangkum dari berbagai penelitian yang dilakukan oleh Daniel R. Stalder yang dimuat dalam situs Psychology Today dan riset lainnya dari Dougherty, Van Ingen, Freiheit, Steinfeldt, dan Moore ini dia tips agar nggak terjebak snowplow parenting!

1.  Beri Kesempatan pada Anak untuk Gagal


Beri kesempatan pada anak untuk gagal/Foto:freepik.com/graphixchon

Beauties, di dunia ini nggak ada satu orang pun yang langsung berhasil dalam menggapai cita-cita atau hal yang diinginkan. Daripada memproteksi anak untuk terhindar dari masalah, membuat hidup mereka selalu nyaman, mendapat segala hal dengan cara yang mudah dan hanya dikelilingi oleh orang-orang yang suportif, sebaiknya Beauties berikan kesempatan untuk anak merasakan pengalaman gagal.

Dari berbagai pengalaman gagal, seperti bertemu dengan orang yang kurang suportif, cenderung toxic, bertemu dengan tantangan dalam dunia kerja, maka kamu bisa mengarahkan sang anak tentang setiap dampak atau konsekuensi dari pilihan yang diambil. Coba juga untuk lebih banyak mendengarkan sang anak dan pahami sudut pandangnya dalam menyelesaikan masalah, sehingga pola pikirnya akan terbentuk jadi lebih dewasa.

2. Bimbing dan Arahkan Anak, tapi Bukan Memberi Jawaban Instan

Bimbing dan Arahkan Anak, tapi Bukan Memberi Jawaban Instan/Foto:Freepik.com/dragonimages

Ketimbang memberikan jawaban instan yang tidak memberikan dampak positif untuk sang anak, sebaiknya Beauties memberikan bimbingan, arahan dan ajak anak untuk melihat suatu masalah dari berbagai sudut pandang.

Misalnya, selama ini anak baru memikirkan cara penyelesaian masalah dari satu sudut pandang saja, tapi coba Beauties buka pikiran sang anak dan diskusi terbuka tanpa menyalahkan perspektif yang dilihat anak dalam hal ini.

3. Berempati pada Kondisi Anak

Berempati pada Kondisi Anak/Foto:Freepik.com/freepik

Ada beragam kondisi sulit yang mungkin dialami anak, seperti menghadapi situasi yang tidak menyenangkan dengan teman-teman di sekolah, atau saat anak merasa terjebak toxic relationship dalam lingkup pertemanannya, menghadapi mata pelajaran yang sulit dan prestasi akademik yang sulit diraih.

Sebaiknya sebagai orangtua, Beauties dapat berempati dengan sejumlah kondisi anak. Bukan menghakimi mereka, tapi lebih banyak mendengarkan dan memerhatikan setiap obrolan dan keluhan yang dilontarkan oleh sang anak. Cobalah untuk berbicara dari hati ke hati dengan anak, ya, Beauties agar mereka juga merasa lebih dihargai.

4. Apresiasi Usaha Anak Bukan Hanya pada Hasilnya

Apresiasi Usaha Anak Bukan Hanya pada Hasilnya/Foto: Freepik.com/ronnachaipark

Kebanyakan orang tua atau orang dewasa masih lebih fokus memberikan apresiasi seperti pujian atau hadiah saat anak berhasil juara di sekolah, atau sukses memenangkan perlombaan. 

Meski demikian, Beauties sebaiknya kamu mencoba kebiasaan baru untuk memberikan apresiasi saat anak sudah berusaha sebaik yang mereka mampu. Hal ini akan memotivasi anak untuk tidak mudah menyerah saat terkena masalah terberat sekali pun dan mereka akan tetap semangat mencoba saat mengalami kegagalan.

Oke, Beauties berikut tadi 4 tips supaya tidak terjebak snowplow parenting dalam membimbing anak jadi pribadi yang mandiri dan percaya diri! Selamat mencoba, Beauties!

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di TheTriump? Yuk gabung ke komunitas pembaca TheTriump B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(dmh/dmh)