Diet Mediterania Bisa Hilangkan Lemak Perut Akibat Penuaan? Ini Menurut Penelitian


Sebuah studi baru dari Prevención con Dieta Mediterránea-Plus (PREDIMED-Plus) mengungkapkan bahwa diet Mediterania yang dipadukan dengan aktivitas fisik dapat melawan perubahan tubuh terkait penuaan seperti penambahan lemak dan hilangnya massa otot, seperti yang dilansir dari New York Post.

Penelitian yang dipublikasikan di JAMA Network Open ini dirancang untuk menentukan apakah pola makan dapat mencegah penyakit kardiovaskular. Hasilnya menunjukkan bahwa diet Mediterania yang mengurangi energi (rendah kalori) dan meningkatkan aktivitas fisik dapat mengurangi penambahan berat badan dan hilangnya otot terkait penuaan.


Ilustrasi/Foto: Freepik.com/freepik

Ahli gizi dan ahli diet terdaftar Ilana Muhlstein, yang tidak terlibat dalam penelitian ini, mengatakan kepada Fox News Digital bahwa pola makan Mediterania telah disebut selama bertahun-tahun sebagai pola makan paling sehat di dunia. “Aspek terbaik dari pola makan ini mencakup kacang-kacangan, polong-polongan, biji-bijian, lemak sehat, dan makanan pembuka yang berbahan dasar ikan,” kata ahli gizi tersebut.

Pola makan Mediterania yang mengurangi energi berbeda dari pola makan lainnya karena memasukkan lebih banyak protein, memiliki lebih sedikit gula tambahan, dan mengandung lebih banyak sayuran atau buah segar daripada buah kering. “Namun, bagian paling sehat dari pola makan Mediterania yang diabaikan oleh banyak orang adalah obsesi mutlak terhadap sayuran dan rempah segar,” kata Ilana.

Diet Mediterania bisa bantu hilangkan lemak perut menurut penelitian
Ilustrasi/Foto: Freepik.com/timolina

“Bahan-bahan bervolume tinggi, padat nutrisi, dan rendah kalori ini adalah inti dan jiwa dari pola makan Mediterania sejati yang sayangnya sering diabaikan,” tambahnya. Menurut Ilana,  negara-negara yang memiliki status kesehatan kardiovaskular yang jauh lebih baik seperti  Yunani, memiliki kelimpahan sayuran setiap kali makan. “Negara-negara ini tidak hanya makan sayur, tapi mereka juga merayakannya dan tidak akan pernah berpikir untuk makan tanpa sayur,” kata Ilana.

Ketika menyajikan saus seperti hummus dan tzatziki, masyarakat Mediterania selalu menyertainya dengan nampan berisi irisan mentimun atau salad campur. Ilana mengatakan orang-orang di negara-negara lain cenderung hidup lebih sehat karena mereka dengan mudah menjaga berat badan yang sehat dengan mengonsumsi banyak sayuran rendah pati setiap hari.

Diet Mediterania bisa bantu hilangkan lemak perut menurut penelitian
Ilustrasi/Foto: Freepik.com/weyo

Sedangkan untuk aktivitas fisik, Ilana merekomendasikan olahraga sekitar 45 menit selama enam hari seminggu agar selaras dengan gaya hidup aktif alami masyarakat yang tinggal di Mediterania.

“Kita didorong untuk mencari karbohidrat dan gula untuk kenyamanan emosional, dan hanya beralih ke sayuran jika kita harus melakukan diet. Ini adalah jenis pola pikir tidak sehat yang dapat mengakibatkan kesehatan yang buruk dan obesitas,” imbuh Ilana.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di TheTriump? Yuk, gabung ke komunitas pembaca TheTriump, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)