Deg-degan Bicara di Depan Umum? Atasi Takut Public Speaking dengan 5 Cara Ini Menurut Ahli

Siapa sih yang tidak ingin jago public speaking? Kemampuan ini penting dikuasai, terutama untuk pekerjaan. Kemampuan komunikasi kepada khalayak ini memungkinkanmu untuk menyampaikan pesan lebih baik, mempersuasi orang lain, dan masih banyak manfaat lain.

Hanya saja tak jarang saat melakukannya, rasa takut dan cemas muncul sehingga menggoyahkan performa, bahkan setelah kita latihan. Untungnya, Elaine Powell, ahli public speaking yang merupakan mantan kurator TEDx London sekaligus pembicara pemenang penghargaan, membagikan ilmu dalam situs resminya.

Ia menjabarkan hal paling umum yang ditakutkan saat orang hendak berbicara di depan umum dan cara mengatasinya. Ini yang direkomendasikan.

Cara Atasi Takut Pendapat Orang 

Ilustrasi/ Foto: Pexels.com/Dani Hart

Hal pertama yang mungkin terbayangkan saat hendak bicara di depan umum adalah pendapat atau penilaian orang lain terhadap performamu. Penilaian negatif menjadi suatu yang ditakutkan. Untuk mengatasi hal ini, Powell memberikan insights baru, yakni audiens datang untuk mendapatkan informasi darimu, mendapatkan hiburan, dan inspirasi. 

Audiens itu pemaaf. Jadi ketika kamu melakukan kesalahan, cukup tertawakan saja kesalahan yang kamu buat dan mereka akan ikut tertawa. Daripada menjadi hal yang kamu ragukan membuatmu takut, jadikan kerentanan dan autentisitas menjadi kekuatanmu.

 

Cara Atasi Kurang Percaya Diri
Ilustrasi public speaking (Foto: Pexels/Pavel Danilyuk)

Ilustrasi/ Foto: Pexels/Pavel Danilyuk

Kurang percaya diri jadi ketakutan umum berikutnya. Powell berpendapat orang merasa kurang percaya diri karena public speaking adalah sesuatu di luar zona nyaman mereka. Ketika bicara di hadapan keluarga atau kerabat, mereka akan merasa lebih tenang. Ia pun berpendapat bahwa kepercayaan diri datang setelah public speaking dilakukan. Setelah kamu melaluinya, maka kamu lebih percaya diri.

Sebab itu, Powell menyarankan untuk lebih sering melakukan public speaking karena semakin sering dilakukan, maka kamu akan semakin percaya diri. Coba latihan di hadapan grup kecil terdiri dari orang yang tidak kamu kenal untuk latihan. Teman dari temanmu, misalnya. Kemudian, minta feedback dari mereka. 

Cara Atasi Lupa Bahan Pembicaraan
Group of business people meeting attending a seminar in board room

Ilustrasi/ Foto: Getty Images/TwilightShow

Banyak latihan menjadi kunci utama untuk menghindari lupa bahan pembicaraan. Namun jika hal tersebut sudah terjadi di atas panggung, Powell menyarankan 3 teknik yang bisa kamu lakukan, yaitu pause (istirahat sejenak) selama beberapa detik agar otakmu mengingat kembali.

Jika cara itu tidak berhasil, tanyakan “where was I?” (tadi saya sampai mana?). Berdasarkan pengalaman Powell, kalimat tersebut berhasil membawanya ke informasi yang harus disampaikan.

Ketiga, jika kamu benar-benar lupa, cukup jadikan itu lelucon lalu lanjut ke pembahasan selanjutnya. Dengan begitu, audiens masih bisa relate padamu.

Cara Atasi Takut Audiens Bosan
Sekolah Sinarmas World Academy (SWA) hadirkan konferensi inspiratif bagi anak muda melalui ajang TEDxYouth. TEDxYouth tahun ini mengambil tema 'Be The Change'.

Ilustrasi/ Foto: dok SWA

Rasa takut audiens akan bosan mendengarmu berawal dari pikiranmu sendiri. Pemikiran ini menandakan kamu punya mindset yang negatif sehingga kemungkinan hal tersebut benar akan terjadi karena kamu telah mengawali dengan anggapan demikian.

Oleh sebab itu, cobalah berpikir positif sebelum mulai bicara. Lalu, direkomendasikan untuk membagikan cerita atau metafora dalam pidato agar audiens tetap tertarik. Selanjutnya, jika kamu menikmati penampilanmu sendiri, maka audiens juga bisa melihat energimu dan ikut menikmatinya. Ingat, semua itu berasal dari diri sendiri, Beauties.

Cara Atasi Takut Audiens Tidak Merespon
Sekolah Sinarmas World Academy (SWA) hadirkan konferensi inspiratif bagi anak muda melalui ajang TEDxYouth. TEDxYouth tahun ini mengambil tema 'Be The Change'.

Ilustrasi/ Foto: dok SWA

Menghadapi audiens yang tidak responsif juga menjadi salah satu yang ditakutkan seorang speaker. Powell pun memberi solusi yang cukup tepat sasaran, yakni menanyakan kepada diri sendiri:

  1. Ada berapa orang audiens?
  2. Mengapa mereka hadir di acara itu?
  3. Apa yang ingin mereka dengar darimu?
  4. Apa objektif orang yang menyuruhmu berbicara?
  5. Apakah kamu pembicara pertama, kedua, atau ketiga?
  6. Apakah kamu pembicara pembuka atau penutup?
  7. Sudah berapa lama audiens duduk?
  8. Berapa lama durasi pidatomu?
  9. Apakah mereka ingin ada sesi tanya-jawab di akhir?

Dengan menjawab pertanyaan tersebut, kamu dapat mengatur strategi pidatomu agar sesuai dengan audiens. Jika audiens kurang responsif, ajak mereka lakukan aktivitas. Misalnya dengan melontarkan pertanyaan yang harus mereka jawab atau membuat mereka bercerita. Cukup lakukan aktivitas bersama audiens selama 2 menit untuk menarik perhatian mereka sebelum kembali ke pembahasanmu.

Semoga membantu, Beauties!

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di TheTriump? Yuk gabung ke komunitas pembaca TheTriump B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(dmh/dmh)