Bukannya Sehat, Ternyata Terlalu Banyak Tidur Bisa Bikin Umur Pendek! Kok Bisa?

Tidur memang menjadi momen terbaik untuk mengistirahatkan tubuh setelah melakukan berbagai aktivitas. Idealnya, orang dewasa membutuhkan 7 hingga 8 jam tidur malam agar tubuh kembali bugar. Sayangnya, beberapa orang memiliki waktu tidur yang lebih sedikit atau bahkan lebih banyak dari itu. Tak sedikit yang berpikir bahwa semakin lama tidur, tubuh akan semakin segar. 

Nyatanya, tidur terlalu lama justru bisa berakibat fatal terhadap kesehatan. Sebuah penelitian di Universitas Sydney Australia menemukan bahwa seseorang yang tidur lebih dari sembilan jam semalam memiliki kemungkinan empat kali lebih besar meninggal lebih awal. Terlebih jika hal itu dibarengi dengan kebiasaan buruk lainnya seperti duduk terlalu lama dan jarang olahraga. 

Lantas, kenapa tidur dalam waktu terlalu panjang bisa sampai meningkatkan risiko kematian? Dirangkum dari Amerisleep dan Web MD, berikut sejumlah bahaya tidur berlebihan bagi kesehatan. Apa saja? 

1. Terjadi Gangguan Toleransi Glukosa

Terjadi gangguan toleransi glukosa/ Foto: Freepik.com/pikisuperstar

Toleransi glukosa mengacu pada kemampuan tubuh untuk memproses gula. Mirisnya, studi di Kanada menemukan bahwa orang yang durasi tidurnya terlalu pendek atau terlalu panjang lebih mungkin mengalami gangguan toleransi glukosa dibanding orang dengan waktu tidur normal. 

Nah, gangguan toleransi glukosa ini terkait erat dengan resistensi insulin yang selanjutnya bisa meningkatkan risiko diabetes. Pada akhirnya, orang yang terbiasa tidur terlalu lama memiliki kemungkinan lebih besar terkena penyakit diabetes tipe 2.

2. Risiko Penyakit Jantung Lebih Tinggi

Risiko penyakit jantung lebih tinggi/ Foto: Freepik.com/8photo

Para peneliti mengungkap bahwa orang yang tidur lebih dari delapan jam setiap malam berisiko dua kali lebih besar terkena penyakit angina atau nyeri dada dan 10 persen lebih mungkin terkena penyakit jantung koroner. 

Sejalan dengan itu, Studi Kesehatan Perawat juga telah melakukan penelitian pada 71.000 wanita paruh baya. Hasil penelitian yang kemudian dilaporkan oleh National Library of Medicine itu menyatakan bahwa wanita yang tidur sembilan hingga sebelas jam setiap malam memiliki kemungkinan 38 persen lebih besar mengalami penyakit jantung koroner.

3. Meningkatkan Faktor Peradangan

Meningkatkan faktor peradangan/ Foto: Freepik.com/jcomp

Ada berbagai penyebab yang bisa meningkatkan peradangan. Mulai dari kebiasaan merokok, kondisi obesitas, hingga terlalu banyak tidur. Peradangan dalam tubuh diukur dengan kadar sitokin atau protein C-reaktif (CRP). 

Para peneliti pernah mencoba membandingkan CRP dengan durasi tidur pada sekelompok orang dewasa. Hasilnya, pria dan wanita yang tidur lebih lama mengalami peningkatan kadar CRP. Olehnya itu, jangan coba remehkan kebiasaan tidur panjang. Terlebih lagi, jika peradangan dalam tubuh sudah masuk tahap kronis karena hal itu akhirnya bisa turut meningkatkan risiko sejumlah penyakit lainnya seperti jantung, diabetes, hingga alzheimer. 

4. Memicu Gejala Depresi

Memicu gejala depresi/ Foto: Freepik.com/jcomp

Tidur memang memainkan peran penting bagi otak. Namun, tidur dalam jangka panjang bisa berdampak pada suasana hati dan kesehatan mental. Bahkan, kebiasaan tersebut juga dianggap memicu gejala depresi dan kecemasan. 

Hal itu dibuktikan dari sebuah penelitian yang menemukan bahwa kebiasaan tidur panjang bisa meningkatkan warisan genetik gejala depresi dibandingkan dengan orang yang terbiasa tidur dalam jangka waktu normal. 

5. Risiko Stroke Lebih Besar

Risiko stroke lebih besar/ Foto: Freepik.com/8photo

Peneliti dari Universitas Cambridge telah mengamati data dari 9.700 orang Eropa selama periode 11 tahun. Hasilnya menyatakan bahwa orang yang tidur lebih dari delapan jam memiliki kemungkinan 46 persen lebih besar terkena stroke selama masa penelitian. Orang-orang yang durasi tidurnya meningkat selama penelitian juga memiliki risiko stroke empat kali lebih tinggi.

Selain itu, data dari National Health dan Nutrition Examination Survey (NHANES ) juga mengungkap hubungan signifikan antara risiko stroke dengan tidur panjang. Dalam hal ini, orang yang tidur lebih dari delapan jam memiliki risiko 50 persen lebih tinggi terkena stroke dibandingkan orang yang tidur enam hingga delapan jam saja. 

Nah, itulah sejumlah bahaya tidur terlalu lama dari segi kesehatan yang akhirnya bisa meningkatkan risiko kematian atau menyebabkan umur pendek. Mulai sekarang, coba untuk lebih perhatikan lagi waktu tidurmu, ya. 

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di TheTriump? Yuk gabung ke komunitas pembaca TheTriump B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)