Bukan Produk Luar Negeri, SilverQueen Ternyata Asli dari Garut! Ini Sejarahnya

Beauties, kamu pasti sudah nggak asing dong dengan merek cokelat bernama SilverQueen? Ya, SilverQueen adalah salah satu merek cokelat yang sangat populer di Indonesia. Cokelat berbalut kacang mede ini menjadi favorit banyak orang dan sering dijadikan hadiah untuk orang terkasih di momen spesial.

Seiring popularitasnya, banyak yang mengira kalau cokelat SilverQueen ini berasal dari luar negeri. Padahal, SilverQueen adalah produk asli Indonesia, lho, Beauties! SilverQueen adalah produk asli buatan Garut, Jawa Barat.

Berikut sejarah cokelat legendaris SilverQueen yang berasal dari Garut, Jawa Barat, dirangkum dari detikFinance!


Sejarah Cokelat SilverQueen Asal Garut

SilverQueen/Foto: Instagram.com/silverqueenid

Awalnya seorang pria berkebangsaan Burma keturunan Tionghoa, Ming Chee Chuang, tinggal di Garut dan membeli perusahaan cokelat NV Ceres dari orang Belanda.

Pada tahun 1950-an, Chuang mengganti nama NV Ceres dengan PT Perusahaan Industri Ceres dengan produk awal biskuit wafer Ritz.

Namun, biskuit itu  diklaim oleh Nabisco Foods karena merek Ritz sudah ada lebih dulu sejak tahun 1949 yang juga didirikan oleh orang Belanda. Tak terima, PT Perusahaan Industri Ceres tetap memilih memperjuangkan hak nama Ritz.

Akhirnya Ritz menjadi merek wafer kepunyaan Ceres. Kemudian, Chuang mulai memproduksi cokelat yang diberi nama SilverQueen. 

Tantangan Mendirikan Bisnis SilverQueen
Silverqueen

SilverQueen/Foto: instagram.com/silverqeenid

Bisnis SilverQueen bukannya tanpa tantangan. Chuang bukan orang asli Indonesia, ia mengaku tak mendapat fasilitas yang se-enak asli orang Indonesia.

Namun Chuang tak kehabisan akal untuk melakukan inovasi terhadap produknya. Salah satu upayanya adalah mencampurkan cokelat dengan kacang mede, yang kemudian dikemas menjadi cokelat batangan dan menjadi ciri khas SilverQueen pada masa itu.

Singkat cerita Silverqueen semakin berkembang dan semakin dikenal luas. Chuang pun semakin bertambah usia dan perkembangan perusahaan yang ia miliki harus dilanjutkan oleh generasi selanjutnya.

Perkembangan Bisnis SilverQueen
konsumsi cokelat hitam dapat mengatasi nyeri haid

Ilustrasi/Foto: Freepik.com/Racool-studio

Estafet kepemimpinan pun harus diwariskan Chuang kepada anak-anaknya, yakni John dan Joseph. Di tangan mereka, bisnis semakin berkembang hingga mendirikan perusahaan baru pada 1984 bernama Petra Food yang kantor pusatnya terletak di Singapura.

Perusahaan itu pun menjadi satu bagian dengan PT Perusahaan Industri Ceres dengan produk dan merek andalan lainnya seperti Delfi, SilverQueen, Ritz, Biskuit Selamat, Chunky Bar, hingga cokelat tabur (meises) Ceres.

Pasarnya pun terus berkembang hingga mendunia. Dilansir dari situs resmi perusahaan, bisnisnya saat ini telah berkembang ke Singapura, dan menjalin hubungan perdagangan dengan beberapa negara seperti Filipina, dan Malaysia. Produknya termasuk SilverQueen juga telah dijual di lebih dari 10 negara lain termasuk Thailand, Brunei, India, Korea Selatan, dan Vietnam.

Bagaimana, Beauties? Apakah kamu salah satu penggemar cokelat SilverQueen?

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di TheTriump? Yuk, gabung ke komunitas pembaca TheTriump, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)