Benarkah Tak Buang Air Besar Setiap Hari Tanda Pencernaan Tidak Lancar? Simak Faktanya!

Banyak sebagian masyarakat yang mengklaim bahwa tanda pencernaan yang sehat adalah dengan buang air besar setiap hari. Namun, apakah benar demikian? 

Ahli gastroenterologi, Folasade May mengatakan bahwa kepercayaan seperti itu hanyalah sebuah kesalahpahaman. Lantas, dalam durasi berapa kali seminggu buang air besar masih dikatakan aman untuk kesehatan?

BAB seminggu tiga kali masih dianggap normal

Frekuensi buang air besar yang aman menurut para ahli adalah tiga hari sekali hingga 3 kali dalam seminggu/foto: freepik.com/jcomp

Ada sebuah kepercayaan kuno yang mengatakan bahwa buang air besar setiap hari akan membuat tubuh menjadi lebih sehat. Tetapi faktanya, beberapa ahli mengatakan tidak ada frekuensi buang air besar yang tetap atau normal. 

Buang air besar (BAB) tiga kali sehari tidak berarti sistem pencernaan lebih sehat dibandingkan yang hanya BAB dua kali seminggu. Namun, perubahan kebiasaan buang air besar yang harus menjadi perhatian. 

Jika biasanya dalam seminggu buang air besar sebanyak 4 kali dan tiba-tiba mengalami kesulitan BAB atau lebih sering dari biasanya, perlu diperhatikan dan lekas mencari pertolongan medis.

Folasade May mengungkapkan, buang air besar tiga kali dalam seminggu masih dikategorikan normal dan aman untuk kesehatan.

Kebanyakan orang bisa buang air besar antara tiga kali sehari hingga tiga kali seminggu. Apabila masih berada dalam rentang tersebut, kami anggap normal.”, ungkap May, mengutip CNN. 

Sementara spesialis gizi klinik dari RS Pondok Indah (RSPI), dr Juwalita Surapsari, MGizi, SpGK, mengatakan tidak terbiasanya buang air besar setiap hari bisa disebabkan karena faktor genetik. Namun untuk melihat masih normal atau tidak, bisa berpacu pada sela hari orang tersebut BAB. Menurutnya, kriteria kapan seseorang dikatakan konstipasi atau sulit BAB adalah minimal tiga kali dalam seminggu. 

Disisi lain, menurut Trisha Pasricha seorang ahli gastroenterologi Rumah Sakit Umum Massachusetts dan instruktur kedokteran di Harvard Medical School, sering atau tidaknya seseorang buang air besar dipengaruhi oleh pola makan, hidrasi, stres, usia, hingga penggunaan obat.

Alih-alih hanya mengamati frekuensi BAB, perhatikan juga bentuk fesesnya!

Memahami bentuk feses juga sama pentingnya dengan mengetahui frekuensi BAB/foto: iStockphoto/KittisakJirasittichai

Frekuensi buang air besar bukan satu-satunya faktor untuk mengukur kesehatan pencernaan. Memperhatikan bentuk feses yang dikeluarkan oleh tubuh juga sama pentingnya. 

Profesor divisi gastroenterologi dan hepatologi di Mayo Clinic, Michael Camilleri, membenarkan hal itu. Bentuk feses, tampilan, dan konsistensi dari gerakan usus juga perlu diperhatikan.

Menindaklanjuti terkait penilaian kualitas feses, para medis menggunakan Bristol Stool Chart dengan mengklasifikasikan tinja dalam tujuh kelompok. Dari tujuh kelompok tersebut, jenis tinja yang paling sehat adalah jenis tiga dan empat. Tinja di klaster itu berbentuk seperti sosis dengan tekstur retak pada permukaannya.

Di samping itu, Trisha Pasricha menuturkan, buang air besar sebanyak tiga kali seminggu dengan konsistensi feses keras seperti kerikil masih menunjukkan bahwa sistem pencernaan bekerja dengan baik.

Biasakan untuk tidak keseringan menahan BAB

Menahan untuk buang air besar tidak dianjurkan oleh medis/foto: freepik.com/freepik

Sebagian dari kita pasti pernah menahan diri untuk tidak buang air besar. Entah karena masih berada ditempat yang jauh dari MCK atau sedang mengejar pekerjaan. 

Kebiasaan menahan buang air besar tidak dianjurkan oleh para medis. Hal itu dikarenakan lancarnya buang air besar dapat dipengaruhi oleh respon tubuh dalam mendorong feses keluar dari dalam tubuh. Waktu paling tepat untuk BAB adalah saat merasa ingin sekali mengeluarkannya.

Guna mendapatkan sistem pencernaan yang lebih sehat, dr. Luk Yiu Wing, spesialis gastroenterologi di The London Medical Clinic, Hong Kong menyarankan untuk meningkatkan asupan serat, olahraga lebih sering untuk membantu merangsang metabolisme, meningkatkan asupan cairan, dan mengelola stres.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di TheTriump? Yuk gabung ke komunitas pembaca TheTriump, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI! 

(ria/ria)