Bantu Aktif Mencegah Terjadinya Kekerasan Seksual di Lingkungan Sekitar dengan 5 Cara Ini

Kekerasan seksual adalah hal yang secara terang-terangan dikutuk oleh norma dan hukum di bagian dunia mana pun. Sayangnya, penolakan terhadap kekerasan seksual itu seolah tidak menghentikan terjadinya tragedi itu di lingkungan sekitar kita.

Ada banyak cara yang telah digaungkan untuk mengajak khalayak untuk menghindari atau menghentikan kekerasan seksual. Namun, mungkin pencegahan terhadap kekerasan seksual bisa dimulai dari diri sendiri dulu dengan cara yang dilansir dari Stop The Hurt berikut!

Lebih Banyak Belajar


Ilustrasi/Foto: Unsplash/Seven Shooter

Langkah pertama yang paling penting sebagai cara mencegah kekerasan seksual adalah dengan mengenali berbagai bentuk kekerasan seksual terlebih dahulu. Kamu bisa mulai belajar dengan memahami dinamika kekerasan seksual yang meliputi penyerangan seksual dan pelecehan seksual.

Kamu juga harus memahami bahwa tragedi ini bisa terjadi pada siapa pun, tidak peduli jenis kelamin, ras, kebangsaan, tingkat pendidikan, orientasi seksual, latar belakang ekonomi, maupun kemampuan apa pun yang dimiliki. Ketika kamu telah lebih banyak belajar mengenai berbagai bentuk pelecehan seksual itu, kamu akan lebih siap untuk mencegah terjadinya hal ini dalam komunitas apa pun.

Lebih Banyak Membicarakannya

Ilustrasi/Foto: Unsplash/Christina @ wocintechchat.com

Kenyataan tidak menyenangkan dalam masyarakat adalah hampir semua orang mengenal seseorang yang menjadi korban dari kekerasan seksual. Siapa pun juga bisa jadi pernah menjadi korban dari tragedi itu sendiri.

Kendati pun begitu, tidak semua orang bisa merasa nyaman menyatakan, mengakui bahwa dirinya korban, dan mendiskusikannya. Padahal dengan kita lebih banyak berbicara tentang kekerasan, kita tidak hanya bisa mendukung korban dan berbagi lebih banyak pengetahuan, tetapi juga dapat mendiskusikan jalan keluar agar masyarakat bisa sama-sama berperan untuk mencegah terjadinya kekerasan seksual.

Membiasakan untuk Meminta Izin
Ilustrasi kekerasan seksual/foto: pexels/Alex Green

Ilustrasi/Foto: pexels/Alex Green

Izin atau persetujuan dari orang lain itu cakupannya luas, bahkan lebih luas dari sekadar jawaban “ya” atau “tidak”. Izin adalah sesuatu yang diberikan untuk tujuan atau tindakan spesifik serta dapat berubah sewaktu-waktu.

Misalnya, ketika kamu ingin menjabat tangan seseorang, pastikan orang tersebut memang berkenan alih-alih langsung menjabat paksa tangannya. Bahkan ketika mereka mengizinkan kamu untuk menjabat, kamu juga harus meminta izin sebelum melakukan hal lain, misalnya seperti merangkul bahunya.

Jadilah Pengamat yang Aktif

Ilustrasi/Foto: Unsplash/Tim Gouw

Menjadi pengamat yang aktif berarti kamu harus secara frontal mengintervensi ketika kamu mendengar komentar atau melihat sebuah tindakan yang mengarah pada kekerasan seksual. Ungkapkanlah pendapatmu ketika kamu mendengar candaan atau komentar yang bernada seksisme.

Lakukan intervensi dan berikan dukungan kepada korban dalam situasi di mana bisa saja terjadi atau bahkan telah terjadi kekerasan seksual. Dengan melakukan intervensi dan menawarkan dukungan kepada korban, kamu telah mengomunikasikan bahwa perilaku dan komentar yang mendukung atau mengarah pada kekerasan tersebut tidak diperkenankan.

Mendukung Upaya untuk Mencegah Kekerasan Seksual

Ilustrasi/Foto: Unsplash/LinkedIn Sales Solutions

Berikutnya, kamu bisa mendukung upaya-upaya yang dilakukan untuk mencegah kekerasan seksual. Jika kamu punya kenalan atau buah hati yang berada di bangku sekolah, pastikan mereka diajarkan tentang persetujuan dan batasan yang tidak boleh dilanggar oleh orang lain di sana.

Belajarlah tentang hukum yang mendukung korban dan meminta pertanggung jawaban pelaku. Berdonasilah pada lembaga masyarakat setempat yang mendukung penyintas kekerasan seksual dan memberikan edukasi pada masyarakat.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di TheTriump? Yuk, gabung ke komunitas pembaca TheTriump, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)