AS Gunakan Veto Tolak Gencatan Senjata di Gaza, Ini 5 Negara yang Punya Hak Veto PBB dan Maknanya

Keputusan Amerika Serikat (AS) menggunakan hak vetonya untuk menolak resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) yang menyerukan gencatan senjata segera di Jalur Gaza mendapat kritikan tajam dari dunia. Akibatnya, veto itu menghalangi permintaan gencatan senjata Israel-Palestina.

Dilansir AFP dan Reuters, AS menilai resolusi yang disponsori oleh Uni Emirat Arab itu diajukan terburu-buru dan tidak seimbang. Selain itu, AS menganggap resolusi itu tidak akan memberikan perubahan besar di medan pertempuran karena hanya menyerukan gencatan senjata yang tidak berkelanjutan.

Pada Sabtu (9/12), DK PBB menggelar rapat soal kondisi Jalur Gaza dan menghasilkan resolusi penghentian perang Israel-Palestina untuk lokasi tersebut. Dilansir dari detikNews, voting dilakukan untuk menghasilkan resolusi.

Dari 15 anggota DK PBB, sebanyak 13 anggota setuju resolusi untuk gencatan senjata di Gaza, 1 negara yakni Inggris abstain, 1 negara yakni AS menggunakan hak vetonya untuk menolak resolusi itu.

Lantas, apa sebenarnya hak veto itu? Dan negara mana saja yang memiliki hak veto selain Amerika Serikat? Berikut ulasannya.

Apa Itu Hak Veto?

Menlu RI Retno Marsudi di Sidang Majelis Umum di Markas PBB, New York, 28 November 2023/Foto: Akun X Menlu RI

Hak veto adalah kekuatan hukum untuk menghentikan suatu tindakan resmi secara sepihak. Sedangkan menurut kamus Cambridge, hak veto merupakan hak dari anggota untuk menolak atau mengizinkan sesuatu berlangsung.

Negara Anggota PBB yang Punya Hak Veto
Robert Wood
Wakil Duta Besar AS untuk PBB

Robert Wood Wakil Duta Besar AS untuk PBB/Foto: Reuters

Hak veto DK PBB merujuk ke hak veto yang dipegang lima anggota tetap di unit ini. Negara tersebut adalah AS, Inggris, Prancis, China, dan Rusia. Kelimanya dapat memveto atau membatalkan suatu resolusi.

Dilansir dari laman PBB, karena peran kunci lima negara tersebut dalam pembentukan PBB, mereka akan terus memainkan peran penting dalam pemeliharaan perdamaian dan keamanan internasional.

“Mereka diberikan status khusus sebagai Negara Anggota Tetap di Dewan Keamanan, bersama dengan hak suara khusus yang dikenal sebagai ‘hak untuk memveto’,” demikian menurut situs resmi di PBB.

Telah disepakati bahwa jika salah satu dari lima anggota tetap tidak setuju dengan suatu resolusi di Dewan Keamanan yang beranggotakan 15 negara, maka resolusi atau keputusan tersebut tidak akan disetujui.

Kelima anggota tetap menggunakan hak veto pada satu waktu atau di lain waktu. Jika salah satu tak sepenuhnya setuju dengan suatu resolusi yang diusulkan tetapi tidak ingin memberikan hak veto, maka mereka bisa memilih untuk abstain.

TOPSHOT - Fire and smoke rise after an Israeli air strike targeted the National Bank on Gaza City, on October 8, 2023. Israel, reeling from the deadliest attack on its territory in half a century, formally declared war on Hamas Sunday as the conflict's death toll neared 1,000 after the Palestinian militant group launched a massive surprise assault from Gaza. (Photo by Ahmed ZAKOUT / AFP) (Photo by AHMED ZAKOUT/AFP via Getty Images)Serangan Israel di Palestina/ Foto: AFP via Getty Images/AHMED ZAKOUT

Meningkatnya penggunaan hak veto dikritisi menghambat fungsi Dewan Keamanan PBB dan membuatnya gagal mewakili banyak wilayah di dunia.

Ini bukan pertama kalinya AS menggunakan hak vetonya terkait resolusi Israel-Palestina. Sebelumnya pada 15 Oktober 2023, DK PBB melakukan pemungutan suara untuk resolusi yang diusulkan Brasil. Resolusi itu gagal karena diveto AS.

AS memveto usulan Brasil karena menilai teks itu tidak menyebut “hak Israel untuk membela diri.”

Terkait hak veto yang kembali digunakan AS baru-baru ini, Wakil Duta Besar Rusia untuk PBB Dmitry Polyansky menyebut pemungutan suara tersebut sebagai “salah satu hari paling kelam dalam sejarah Timur Tengah” dan menuduh AS menjatuhkan “hukuman mati terhadap ribuan, bahkan puluhan ribu warga sipil di Palestina dan Israel, termasuk perempuan dan anak-anak.”

Serangan tanpa henti Israel sejak 7 Oktober 2023 telah menewaskan lebih dari 17.400 orang di Gaza, 70 persen di antaranya perempuan dan anak-anak, dan dan melukai lebih dari 46.000 orang.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di TheTriump? Yuk gabung ke komunitas pembaca TheTriump, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)