Ahli Public Speaking Harvard Kasih Tips Hindari Kata ‘Um’ saat Bicara di Depan Umum

Begitu banyak cara agar tampil maksimal saat bicara di depan umum. Sederet tips public speaking bisa kamu dapatkan lewat internet, baik menyaksikan performa di YouTube sebagai contoh atau berlatih sesuai dengan sejumlah tips yang diberikan.

Di antara semua itu, ada sebuah kesamaan yakni anjuran menghindari filler words seperti kata ‘um’, ‘err’, ‘hmm’, ‘okay’, dan sebagainya. Terkadang kita mengucapkan kata ini tanpa disadari. Apakah kamu salah satu yang melakukannya?

Untungnya, Stephen D. Cohen, seorang ahli dalam bidang leadership communication yang saat ini menjadi bagian dari fakultas Professional Development Universitas Harvard, membagikan tipsnya untuk menghindari filler words tersebut. Lewat tulisannya, di laman Harvard Extension School, ia membagikan caranya.

Mengetahui Alasan dan Kapan Kita Ngomong ‘Um’

Ilustrasi/ Foto: Freepik.com/cookie_studio

Menyelipkan kata ‘um atau ‘hmm’ dalam percakapan sehari-hari sudah menjadi hal biasa. Namun sangat dianjurkan untuk tidak mengatakannya saat berbicara di forum formal agar audiens dapat fokus pada pesan yang ingin disampaikan. 

Sayangnya, kita sudah mengenal dan menggunakan filler words sejak dini sehingga sulit untuk melupakan kebiasaan. Cohen menjelaskan filler words biasa seseorang gunakan saat ragu untuk menjawab sesuatu. 

Umumnya, seseorang “rawan” menggunakan filler words di 2 momen, yaitu di awal pernyataan dan di antara pengungkapan dua ide. Momen berpikir singkat sebelum membicarakan gagasan diverbalisasi dengan filler words––sesuatu yang tidak diperlukan. Mengetahui akar permasalahan ini, Cohen menyarankan cara terbaik untuk menghindari filler words adalah dengan diam sejenak (pause).

 

Formula Public Speaking agar Tidak Ucap ‘Um’
Ilustrasi Cemas saat Public Speaking / Foto: Pexels.com/Kampus Production

Ilustrasi/ Foto: Pexels.com/Kampus Production

Selanjutnya, mengeliminasi kata ‘um’ seutuhnya dari omongan kita. Kuncinya adalah berhenti sejenak atau pause sebelum kita berbicara. Cohen menjelaskan jeda tersebut mempunyai 2 tujuan penting, yaitu membantumu untuk memulai secara kuat dan menghindari penggunaan filler words. Alhasil, resep public speaking pun tercipta: Pause, Think, Answer (Jeda, Berpikir, Jawab). 

 

Buat Kamu yang Masih Kesulitan
Ilustrasi public speaking (Foto: Pexels/Andrea Piacquadio)

Ilustrasi/ Foto: Pexels/Andrea Piacquadio

Tidak mudah untuk menghilangkan kebiasaan yang secara alami sering kita lakukan. Namun, bukan berarti kebiasaan ini tidak bisa dihilangkan. Minta tolong pada orang-orang di sekitarmu untuk memberi tahu setiap kamu mengucap filler words. Dengan demikian, kamu lebih awas dengan apa yang kamu ucapkan.

Semoga membantu, Beauties!

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di TheTriump? Yuk gabung ke komunitas pembaca TheTriump B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(dmh/dmh)