9 Tradisi Unik Perayaan Natal di Negara Asia yang Mencuri Perhatian, Indonesia Seperti Apa Ya?

Diperingati setiap tanggal 25 Desember, perayaan Natal merupakan hari spesial yang paling dinantikan umat Kristiani setiap tahunnya. Natal menjadi momen terbaik untuk dinikmati bersama keluarga, saudara, ataupun kerabat terdekat.

Kalau biasanya tradisi perayaan Natal identik dengan dekorasi pohon Natal, Sinterklas, ataupun cahaya lampu berwarna-warni. Tapi, kenyataannya, masing-masing negara memiliki tradisi Natal yang berbeda loh. Di Benua Asia sendiri, perayaan Natal dilakukan dengan sangat berbeda di tiap negara, sehingga membuatnya jadi unik dan tak biasa.

Penasaran dengan tradisi unik perayaan Natal di berbagai negara di Asia, ini dia rangkuman dari Table Check.

1. Memakan Ayam KFC – Jepang

Memakan ayam KFC/ Foto: CNN Travel/Kate Springer

Di Jepang, Natal bukanlah hari libur nasional. Bahkan tak banyak penduduk di sana yang menganut agama Kristen. Meski begitu perayaan Natal di negeri Sakura tetap berlangsung dengan meriah dan dipenuhi lampu-lampu yang memukau.

Tradisi perayaan Natal di Jepang cukup unik dan menarik perhatian. Pada malam Natal, orang Jepang yang merayakan akan menyantap ayam goreng bersama pasangan ataupun keluarga. Kecintaan mereka terhadap Kentucky Fried Chicken (KFC) membuat restoran cepat saji tersebut kebanjiran pesanan di Hari Natal. Untuk memenuhi tingginya permintaan, makanan dapat dipesan terlebih dahulu.

Sementara itu, untuk hidangan penutup, orang-orang Jepang biasa menyantap kue khas Natal yang disebut ‘kurisumasu keeki’ yaitu kue bolu yang dilapisi dengan krim dan stroberi. Kue ini biasa disantap bersama orang-orang terkasih sambil menikmati momen perayaan Natal.

2. Santa Haraboji – Korea Selatan

Santa Haraboji/ Foto: Facebook.com/Colusa Country Free Library

Saat ini, hampir 45% penduduk Korea Selatan memeluk agama Kristen Protestan. Perayaan Natal di negeri Gingseng ini cenderung menjadi hari liburan bersama pasangan daripada keluarga. Para pasangan akan menghabiskan waktu bersama di rumah atau merayakan Natal di luar rumah dengan menyantap hidangan lezat di restoran.

Meski tidak memiliki makanan khas yang disajikan saat Hari Natal. Orang-orang di Korea Selatan akan memilih untuk menyantap jjolmyeon, bulgogi, kue beras, aneka macam hidangan laut, dan kue manis di malam Natal bersama orang yang dicintai.

Nah uniknya, selama perayaan Natal di Korea Selatan, Beauties bisa bertemu sosok ‘Santa Haraboji’ di depan toko-toko yang sedang menghibur anak-anak. Tak hanya itu, Santa Haraboji juga akan membagikan permen dan coklat kepada anak-anak yang datang.

3. Memakan Apel – China

Memakan apel/ Foto: Brittany Merrick/chinosity.com

Bukan kalkun panggang ataupun kue jahe, di China makanan resmi saat Hari Natal adalah apel. Tradisi memberikan apel semakin populer dilakukan oleh anak-anak muda untuk diberikan kepada teman dan kerabat dekat mereka.

Apel yang dijual saat Natal biasanya bertuliskan kalimat seperti ‘cinta’, ‘damai’, dan ‘Selamat Natal’. Itu semua karena buah apel yang diberikan saat Natal disebut “ping’anguo” atau buah apel perdamaian.

Sehingga, saat malam Natal orang China akan memakan apel karena dipercaya dapat memberkati kamu di tahun depan dengan aman dan damai.

4. Mendekor Pohon Mangga atau Pisang sebagai Pohon Natal – India

Mendekor pohon mangga atau pisang sebagai pohon Natal/ Foto: Agung Budi Santoso/tribunnews.com

Natal merupakan hari libur nasional di India. Orang-orang di sana akan menanam pohon untuk merayakan ‘Badaa Din’ atau nama lain dari Natal di India Utara. Tak berbeda jauh dengan perayaan Natal di negara lainnya, masyarakat India juga menghias pohon Natal lengkap dengan pernak pernik khas Natal.

Namun uniknya, kalau biasanya pohon yang digunakan saat Natal adalah pohon cemara. Di India, pohon yang dipakai ialah pohon pisang atau mangga untuk di hias menjadi pohon Natal.

5. Festival Lampion Raksasa – Filipina

Giant Lantern Festival/ Foto: pampangadirectory.com

Masyarakat Filipina telah mempersiapkan Natal dari berbulan-bulan sebelumnya. Di awal Oktober, Beauties sudah mulai mendengar musik Natal dan lagu-lagu rohani di berbagai tempat di sana.

Sebelum hari Natal tiba, orang Filipina akan mengikuti upacara kebaktian yang biasa disebut ‘Simbang Gabi’ atau misa malam Natal, diikuti dengan pesta tengah malam yang disebut Noche Buena. Tradisi ini dilakukan selama 9 hari berturut-turut menjelang perayaan Natal.

Selain itu, terdapat pula tradisi membuat lentera khusus Natal yang dibuat dari potongan bambu, biasanya disebut parol. Potongan bambu akan dihias menggunakan kertas linen Jepang dan lampu-lampu kecil disekelilingnya.

6. Berbagi Parcel – Indonesia

Pacerl Natal/ Foto: Instagram.com/kolacica_jkt

Natal di Indonesia dirayakan tak jauh berbeda dengan negara Barat. Pohon Natal hingga sinterklas adalah pemandangan umum yang bisa kamu temukan di pusat perbelanjaan selama bulan Desember.

Namun menariknya, momen Natal di Indonesia memiliki tradisi berkirim parcel ke saudara dan kerabat dekat. Bukan hanya untuk sekedar berbagi, pemberian parcel Natal mempunyai makna baik bagi yang menerimanya. Dengan mengirimkan parcel saat Natal, maka dipercaya sebagai lambang berbagi kebahagiaan dan keceriaan sekaligus menjalin tali silaturahmi dengan banyak orang.

Biasanya, parcel berisikan kue kering seperti nastar, kastengel, dan putri salju yang merupakan makanan populer di setiap perayaan Natal di Indonesia.

7. Festival Cahaya – Taiwan

Christmasland di New Taipei City/ Foto: newtaipei.travel

Semarak perayaan Natal di Taiwan dihiasi oleh pohon Natal raksasa dan festival cahaya lampu warna-warni yang menghiasi kota. Salah satu tempat yang wajib dikunjungi untuk merayakan Natal adalah Christmasland di New Taipei City.

Di sana, Beauties akan melihat berbagai pertunjukan cahaya yang meriah, aktivitas bertema Natal, dan pertunjukan seni. Selama bertahun-tahun, tempat ini telah menjadi tujuan para penduduk lokal maupun wisatawan asing yang ingin merayakan Natal dengan meriah.

8. Gajah Berpakaian Sinterklas – Thailand

Gajah berpakain Sinterklas/ Foto: REUTERS/Chalinee Thirasupa

Perayaan Natal belum lengkap tanpa kehadiran sosok Sinterklas yang gemar membagikan hadiah. Kalau biasanya tokoh ini menggunakan kereta luncur yang ditarik rusa kutub.

Namun di Thailand, sosok sinterklas justru menunggangi gajah untuk membagikan hadiah. Hewan bertubuh besar itu didandani menggunakan kostum ala Sinterklas untuk menghibur dan membagikan hadiah kepada anak-anak di sekolah jelang perayaan Natal.

9. Menyalakan Lilin Sambil Bergandengan Tangan – Irak

Menyalakan lilin sambil bergandengan tangan/ Foto: Hamza Hendawi/cjonline

Umat Kristiani di Irak merayakan Natal dengan berkumpul dan bergandengan tangan sambil menyalakan lilin. Tradisi ini bisa dilakukan pada malam Natal. Ketika kegiatan ini dilakukan, akan ada orang yang menceritakan kisah tentang kelahiran Yesus.

Setelah itu, orang-orang yang hadir akan melanjutkan acara dengan membakar duri. Tradisi ini ternyata memiliki arti penting bagi umat Kristiani di Irak, yaitu sebagai keberuntungan di tahun baru.

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di TheTriump? Yuk gabung ke komunitas pembaca TheTriump B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)