7 Trik Mengatasi Rasa Khawatir Berlebih Menurut Psikolog, Yuk Sayangi Diri Sendiri!

Khawatir merupakan hal yang wajar dialami semua orang. Namun, ketika rasa khawatir sudah menguasai dan mulai mempengaruhi kehidupan kamu sehari-hari, kamu mulai merasakan tidak nyaman dan tidak dapat menghilangkannya dari pikiran maupun perasaan.

Pada dasarnya, ada sejumlah alasan mengapa kamu cenderung khawatir atau berpikir berlebihan. Entah kamu sedang mengalami emosi yang meningkat atau sedang menghadapi masalah kesehatan mental seperti depresi, kecemasan, atau post traumatic stress disorder (PTSD).

Rasanya bukan rahasia lagi jika stres dan khawatir terus-menerus bisa berdampak buruk pada kesehatan kita, baik secara mental, fisik, emosional, dan spiritual. Oleh sebab itu, kita perlu mengatasi situasi ini dengan bijak.

Melansir dari Mind Body Green, seorang pakar kesehatan mental membagikan trik untuk mengatasi rasa khawatir yang berlebihan. Yuk, simak!

1. Mengubah Nada Emosi

Ketika kamu tidak bisa berhenti khawatir, satu hal yang dapat kamu lakukan, yaitu mengalihkan perhatian pada apa yang kamu khawatirkan. Misalnya, jika kamu mendapati dirimu hendak mengatakan, “Saya sangat khawatir dengan pertemuan ini, saya tidak tahu bagaimana kelanjutannya.”

Cobalah mengucapkannya dengan nada yang berbeda. Kamu bisa membantu otak kamu mengubah asosiasi emosional yang kamu miliki dengan kata itu secara berbeda.

2. Mengembangkan Rasa Percaya Diri

Foto: Getty Images/Perawit Boonchu

Banyak dari kekhawatiran kita adalah tentang hal-hal yang belum terjadi dan mungkin tidak akan pernah terjadi. Kamu hanya mengantisipasi kemungkinan terburuk, khawatir akan terjadi hal buruk, dan sangat membutuhkan kepastian serta kendali dalam menghadapi masa depan.

Solusi atas kekhawatiran ini adalah percaya pada diri sendiri untuk mampu menangani apa yang terjadi dalam hidup kita. Jika skenario terburuk terjadi, kamu akan melihat diri kamu sendiri melewatinya. Bagaimanapun, kamu sudah berhasil sejauh ini.

Ada banyak hal yang membuat kamu merasa khawatir di masa lalu yang dapat kamu tangani. Kamu bisa meyakinkan diri kamu sendiri dengan mengatakan, “Saya selalu berhasil melewati banyak hal. Saya percaya diri untuk menangani ini dan memikirkannya ketika saatnya tiba.”

3. Belajar Mengamati Pikiran

Belajar Mengamati Pikiran/Foto: Unsplash/Benjamin Child

Bagian penting dalam mengubah pola mental adalah perhatian atau memanfaatkan “pengamatan diri” kamu. Bagian dari diri kamulah yang dapat menyaksikan bagaimana kamu berpikir, khawatir, dan mengetahui bahwa pikiran-pikiran itu terpisah dari kamu.

Semakin kamu dapat memanfaatkan dan mengingatnya, semakin sedikit intensitas kekhawatiran kamu. Untuk itu, praktik seperti meditasi, yoga, atau menghabiskan waktu di alam dapat menjadi cara yang baik untuk memisahkan diri kamu yang sebenarnya dari obrolan mental dan pikiran-pikiran yang mengkhawatirkan.

4. Melepaskan Kebutuhan untuk Mengendalikan Segalanya

Melepaskan Kebutuhan untuk Mengendalikan Segalanya/Foto: Unsplash/Becca Tapert

Jika kita bisa mengendalikan segalanya, tidak ada yang perlu dikhawatirkan, dan bukankah itu menyenangkan? Sayangnya, kita tidak bisa, Beauties. Menerima hal tersebut adalah bagian dari teka-teki yang mengkhawatirkan.

Ini tentu mengingatkan kita pada sebuah mantra klasik berupa ubah apa yang kita bisa, terima apa yang tidak bisa kita ubah, dan ketahui perbedaan di antara keduanya. Konsep penerimaan atau kesediaan untuk menerima kenyataan bahwa kita tidak bisa serta merta merencanakan atau mengendalikan segala sesuatu sangat berpengaruh terhadap rasa khawatir.

5. Melakukan Hal-Hal yang Kamu Sukai

Melakukan Hal-Hal yang Kamu Sukai/Foto: Unsplash/Jonathan Borba

Selalu ada lebih banyak ruang dalam hidup kamu untuk kesenangan, kegembiraan, dan cinta. Terutama jika pikiran-pikiran yang mengkhawatirkan telah menyita terlalu banyak raung. Jika kamu terlalu banyak berpikir dibarengi dengan kekhawatiran, kecemasan, dan pikiran yang menyedihkan, menggunakan kegembiraan bisa menjadi penawar yang hebat.

Luangkan waktu untuk melakukan aktivitas favorit yang membuat kamu senang. Entah itu melukis, berjalan-jalan dengan anjing kesayangan, atau sekadar menelepon teman dekat. Jika kamu tidak tahu apa yang membuat kamu bahagia, ini adalah perjalanan yang berharga untuk mencari tahu.

6. Membuat Jurnal tentang Kekhawatiran Kamu

Membuat Jurnal tentang Kekhawatiran Kamu/Foto: Unsplash/Jodie Cook

Trik lain yang bisa kamu ikuti adalah menggunakan jurnal untuk mengungkapkan kekhawatiran kamu dengan cara yang bermanfaat. Namun, berhati-hatilah dalam membuat jurnal dengan cara yang bebas dan tidak kritis.

Ini memungkinkan kamu berlatih untuk tidak memegang kendali. Untuk mengingatkan diri kamu agar melepaskan kendali, berikan banyak ruang untuk pemikiran acak, kesalahan ejaan, dan imajinasi liar.

Semakin sering kamu melakukan ini, kamu akan semakin menyadari perubahan yang kamu buat seiring berjalannya waktu ketika kamu kembali dan membaca tentang kekhawatiran yang pernah kamu tulis. Semakin kamu merefleksikan hasil positif yang kamu lihat, semakin besar pula perubahan positif yang kamu rasakan.

7. Menggerakkan Tubuh

Menggerakkan Tubuh/Foto: Unsplash/Jonathan Borba

Tahukah kamu? Berolahraga tidak hanya akan membantu mengalihkan pikiran kamu dari segala hal yang membuat kamu khawatir, tetapi juga dapat membantu melepaskan endorfin yang membuat kamu merasa nyaman. Aktivitas fisik memang dapat mengubah cara otak kita berfungsi.

Oleh karena itu, menggerakkan tubuh kita sangatlah penting. Meskipun terkadang sulit memotivasi diri sendiri untuk berolahraga saat merasa kewalahan. Cobalah untuk menemukan olahraga ringan apapun, misalnya sekadar berjalan-jalan di taman.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di TheTriump? Yuk, gabung ke komunitas pembaca TheTriump, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)