7 Pembahasaan ‘Berisiko’ Saat Wawancara Kerja yang Perlu Kamu Pahami, Catat Biar Lolos Kerja!

Di awal tahun baru 2024, sebagian orang mungkin tengah mempersiapkan diri untuk menghadapi sesi wawancara kerja. Tahapan ini memang menjadi momen yang bikin deg-degan dan gugup. Namun, dengan wawancara kerja, dapat menjadi kesempatan kamu untuk unjuk diri dan membuktikan bahwa kamu layak di rekrut sebagai bagian dari perusahaan.

Selain mempersiapkan berkas-berkas penting, jangan lupa untuk berlatih wawancara kerja. Jangan sampai salah memilih kalimat dan malah meninggalkan kesan kurang baik. Berikut adalah sederet pembahasan berisiko saat wawancara kerja yang perlu kamu pahami matang-matang, biar bisa lolos kerja. Apa saja, simak!

1. Tidak Menjelekkan Perusahaan Sebelumnya

Menjelekkan perusahaan sebelumnya/ Foto: Freepik.com/yanalya

Menceritakan hal negatif dari perusahaan tempat kamu bekerja sebelumnya menjadi pantangan yang harus dihindari. Menjelek-jelekkan mantan perusahaan di depan rekruter akan membuat kamu terlihat memiliki sikap yang buruk.

Jadi, sebaiknya berhati-hati saat menceritakan tentang perusahaan sebelumnya. Cobalah untuk tetap memberikan respon yang positif agar rekruter tidak menilai kamu sebagai orang yang mudah mengeluh dan malas bekerja.

2. Berbicara Buruk tentang Atasan Sebelumnya

Berbicara buruk tentang atasan sebelumnya/ Foto: Freepik.com/yanalya

Selain tidak boleh menceritakan hal negatif yang ada di perusahaan sebelumnya, Beauties juga perlu menghindari berbicara buruk tentang atasan dan rekan-rekan kerja di perusahaan sebelumnya.

Menceritakan keburukan atasan di masa lalu akan membuat kamu terkesan sebagai pribadi yang buruk dan sulit bekerja sama dengan rekan kerja yang lainnya. Jadi, tetaplah menjawab dengan positif dan tidak menceritakan keburukan tentang atasanmu yang mungkin menjadi alasan kamu resign ini.

3. Mengucapkan Ketidaktahuan Secara Jelas

Mengucapkan ketidaktahuan secara jelas/ Foto: Freepik.com/pressfoto

Ada kalanya saat wawancara kerja, rekruter memberikan pertanyaan yang sulit atau tidak kamu mengerti. Nah kalau sudah begitu, jangan panik dan langsung buru-buru menjawab “Saya tidak tahu”.

Tapi, cobalah meminta waktu untuk mencari jawabannya terlebih dahulu dan kamu akan menjawabnya di akhir sesi wawancara atau secara terpisah. Misalnya, “Terkait pertanyaan tersebut, apakah boleh saya cek terlebih dahulu, bu/pak? Nanti akan saya kirimkan jawabannya secara terpisah” atau “Itu pertanyaan yang bagus. Bisakah saya meminta waktu untuk memikirkannya dan memberi tahu jawabannya nanti?”.

Dengan begitu, rekruter akan melihat kamu sebagai orang yang bertanggung jawab dan pekerja keras. Jadi, jangan asal menjawab “tidak tahu” sebelum kamu memikirkannya saat tengah wawancara kerja ya, Beauties!

4. Kalimat yang Bertele-tele

Kalimat yang bertele-tele/ Foto: Freepik.com/teksomolika

Kita memang disarankan untuk tidak menjawab pertanyaan rekruter dengan terlalu singkat, tetapi jangan juga memberikan penjelasan secara bertele-tele. Menghindari jawaban yang bertele-tele, tidak ada salahnya meminta izin kepada rekruter untuk memikirkan jawaban tersebut.

Daripada tetap memaksakan untuk menjawab yang bisa berakhir jadi boomerang bagi diri sendiri. Mending kamu jawab dengan jujur, dan jangan menjawab jauh di luar konteks yang ditanyakan rekruter. Sebab itu semua dapat mempengaruhi penilaian rekruter terhadap dirimu, lho.

5. Merasa Sanggup Melakukan Semua Hal

Merasa sanggup melakukan semua hal/ Foto: Freepik.com/cookie-studio

Tidak semua hal dalam pekerjaan dapat dilakukan semuanya hanya seorang diri. Jawaban ini tentu saja dapat membahayakan kamu saat sesi wawancara kerja.

Ada banyak hal yang bisa kamu lakukan ketika ingin ‘menjual diri’ di hadapan rekruter, namun tetap terkesan rendah hati dan tidak melebih-lebihkan. Jangan sampai nanti mendapat penilaian yang buruk karena berbohong.

6. Membicarakan Gaji

Membicarakan gaji/ Foto: Freepik.com/shurkin-son

Salah satu topik yang perlu kamu hindari sebagai pelamar adalah menanyakan perihal gaji kepada rekruter. Bukan tidak boleh, tapi sebaiknya tunggu pewawancara yang memulai topik mengenai gaji terlebih dahulu.

Sementara itu untuk menjawab ekspektasi nominal gaji yang kamu inginkan, Beauties perlu riset terlebih dahulu mengenai rata-rata pendapatan di daerah yang kamu lamar dengan posisi yang sama. Setelah itu, Beauties bisa pertimbangkan dengan kebutuhan hidup mulai dari tempat tinggal hingga, transportasi, dan biaya makan.

Jadi saat menjawab pertanyaan rekruter perihal gaji, kamu tidak asal menjawab dan bisa menjelaskan sesuai rincian yang sudah kamu perhitungkan sebelumnya. Tentunya dengan nominal yang masuk akal.

7. Tidak Memiliki Pertanyaan

Tidak memiliki pertanyaan/ Foto: Freepik.com/pressfoto

Sesi wawancara menjadi saat yang tepat untuk kamu menunjukkan ketertarikan dan minat yang besar terhadap posisi yang kamu lamar di perusahaan tersebut. Jangan sampai kamu melewatkan kesempatan ini karena tidak mengajukan pertanyaan dan lebih banyak diam.

Beauties bisa bertanya mengenai spesifikasi pekerjaan pada posisi yang di lamar, tentang perusahaan, maupun jenjang karier. Melalui pertanyaan yang diajukan, kamu akan membuat kesan pertama yang positif dan menunjukkan keaktifan kamu dalam proses wawancara tersebut.

So, jangan lewatkan kesempatan ini, ya!

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di TheTriump? Yuk gabung ke komunitas pembaca TheTriump B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)