6 Fakta dan Sejarah Mistletoe, Hiasan Natal Populer hingga Tradisi Ciuman di Bawah Mistletoe

Mistletoe adalah tanaman yang tetap hijau sepanjang musim. Tanaman ini menempel sebagai parasit di dahan pohon yang tinggi, membentuk semak hijau kekuningan.

Nama mistletole sendiri berasal dari masyarakat Anglo-Saxon kuno yang menyadari bahwa mistletoe sering tumbuh di tempat burung meninggalkan kotorannya. Dalam bahasa Anglo-Saxon, “mistel” berarti “kotoran” dan “tan” berarti “ranting”. Jika diterjemahkan, mistletoe berarti “kotoran di ranting”.

Meski arti nama mistletoe cukup menjijikan, sejak abad ke-19 mistletoe kerap dihubungkan dengan tradisi ciuman dan perayaan Natal dalam budaya Barat. Bahkan jauh sebelum itu, mistletoe telah dikaitkan dengan romansa dan kesuburan.

Ingin tahu fakta-fakta menarik lainnya tentang tanaman mistletoe dan tradisi di baliknya? Yuk, simak artikel berikut.

1. Mistletoe adalah Parasit

Parasit mistletoe di pohon mapple/Foto: Getty Images/AYImages

Semua spesies mistletoe adalah parasit. Mistletoe tumbuh menempel pada dahan pohon atau semak belukar dan menyedot nutrisi dari inangnya. Tetapi, beberapa mistletoe bahkan sanggup menjadi parasit bagi mistletoe lainnya, sehingga ia bertumpuk di atas mistletoe yang lain.  

Mistletoe menghasilkan buah beri berwarna putih berisi satu biji lengket yang dapat menempel pada burung dan mamalia untuk disebarkan ke tempat tumbuh baru. Namun, uniknya, beberapa spesies mistletoe menyebarkan benihnya lewat mekanisme meledakkan bijinya.

Dengan begitu, biji mistletoe dapat terbang dalam jarak yang sangat jauh, pada beberapa kasus sampai 6 meter dengan kecepatan 48 kilometer per jam. Hal itu dijelaskan dalam Smithsonian Magazine.

2. Mistletoe Simbol Kesuburan dan Vitalitas

Tanaman mistletoe/Foto: Unsplash.com/Clement BB

Ada lebih dari seribu spesies mistletoe yang tumbuh subur di seluruh dunia. Benua Amerika dan Kanada adalah rumah bagi lebih dari 30 spesies, dan Hawaii menampung enam spesies lainnya.

Konsepnya, selama mereka punya inang, mereka bisa beradaptasi di suhu dingin maupun kering. Fakta bahwa mistletoe adalah tanaman yang selalu hijau bahkan sepanjang musim dingin, mengubah mistletoe menjadi simbol kesuburan dan vitalitas. 

3. Mistletoe Habitat dan Sumber Makanan Hewan-hewan di Hutan

Mistletoe habitat dari burung chickadee/Foto: Freepik.com/EyeEm

Mistletoe dewasa tumbuh menjadi kumpulan cabang dan batang yang tebal dan membulat sehingga mirip keranjang, yang lebarnya bisa mencapai 1,5 meter dan berat 22,6 kilogram, menurut National Wildlife Federation.

Hal itu membuat mistletoe menjadi sarang yang ideal bagi burung, tupai, elang cooper, hingga kupu-kupu. Buah mistletoe juga disukai selama musim gugur dan musim dingin oleh mamalia mulai dari rusa, elk (rusa besar), bajing, tupai, dan landak.

4. Mistletoe Digunakan untuk Pengobatan

Mistletoe/Foto: Unsplash.com/Paul Zoetemeijer

Seluruh bagian tanaman mistletoe mengandung senyawa beracun bernama phoratoxin yang dapat menyebabkan kantuk, penglihatan kabur, diare, mual, muntah, lemas, dan kejang. Meskipun berbahaya, mistletoe mempunyai sejarah sebagai obat herbal.

Menurut US Geological Survey, varietas mistletoe Eropa (Viscum album) telah digunakan selama berabad-abad dalam pengobatan tradisional untuk mengobati kejang, sakit kepala, infertilitas, hipertensi, dan radang sendi. Pengobatan Navajo memanfaatkan mistletoe Juniper (Phoradendron juniperinum) untuk membuat losion yang dapat menenangkan efek gigitan serangga, menyembuhkan kutil, dan meredakan sakit perut. Di Eropa, suntikan ekstrak mistletoe diresepkan untuk mengurangi efek samping kemoterapi pada pasien kanker usus besar.

5. Asal-usul Mistletoe Populer sebagai Hiasan Natal

Mistletoe sebagai hiasan dekorasi Natal/Foto: Unsplash.com/Simon Berger

Tradisi menggantungkan mistletoe di rumah konon sudah ada sejak zaman Druid (pendeta kuno), merujuk laman Mental Floss. Dahulu, mistletoe dipercaya sebagai sesuatu yang suci dan memiliki kekuatan mistik yang dapat membawa keberuntungan bagi rumah tangga dan mengusir roh jahat. Ia juga digunakan sebagai tanda cinta dan persahabatan dalam mitologi Nordik.

Mistleto adalah tanaman yang selalu hijau dan mudah ditemukan serta dipanen di akhir musim gugur dan musim dingin. Oleh karena itu, tanaman ini sering digunakan sebagai dekorasi perayaan Natal, khususnya di belahan bumi utara. Mistletoe Eropa (Viscum album) dan mistletoe Amerika (Phoradendron serotinum) dipanen secara komersial dan dijual di seluruh dunia.

6. Legenda Berciuman di Bawah Mistletoe

Legenda ciuman di bawah mistletoe/Foto: Freepik.com/sonjachnyj

Sejarawan Mark Forsyth mengatakan kepada Time, bahwa tradisi berciuman di bawah mistletoe dimulai antara tahun 1720 dan 1784 di Inggris. Referensi paling awal berasal dari sebuah lagu pada tahun 1784. Selanjutnya, sastra dan seni dari abad ke-18 dan ke-19 membantu mempopulerkan kebiasaan tersebut. Pada tahun 1837, Charles Dickens dalam novelnya The Pickwick Papers menggambarkan bahwa perempuan percaya mereka harus menerima ciuman dari laki-laki bila tak ingin bernasib buruk.

Di Amerika Serikat, popularitas berciuman di bawah mistletoe sebagai tradisi Natal diperkenalkan dari buku terlaris The Sketch Book tahun 1820 karya Washington Irving. Dalam buku itu tertulis, setiap kali pasangan berciuman di bawah tangkai mistletoe, mereka akan membuang salah satu buah beri putihnya. Ketika semua buah beri habis, maka kekuatan ciuman mistletoe juga habis. Sejak saat itu, banyak orang Amerika yang akhirnya mengadopsi legenda tersebut menjadi tindakan romantis yang terkenal.

****
Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di TheTriump? Yuk gabung ke komunitas pembaca TheTriump B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)