5 Tragedi Banjir Paling Parah dalam Sejarah, Ada yang Korbannya Capai Ratusan Ribu Orang

Di musim penghujan seperti saat ini, banyak bencana alam yang terjadi tanpa kita prediksi, seperti banjir dan tanah longsor. Curah hujan yang terus menerus bisa mengakibatkan meluapnya sungai atau bahkan tanggul yang rusak. Akibatnya banyak korban-korban banjir yang kehilangan rumah, hanyut, hingga meninggal dunia.

Melansir dari berbagai sumber, berikut ini 5 tragedi banjir terparah dalam sejarah yang bahkan mengakibatkan jutaan orang meninggal. Di mana saja?

1. Banjir Sungai Yangtze, China

Banjir Sungai Yangtze, China/Foto: yangtzeriver.org

Merangkum DetikEdu dan CNN Indonesia, banjir Sungai Yangtze di China merupakan banjir paling parah yang terjadi pada 18 Agustus 1931. Hujan lebat, pencairan salju dan badai terjadi di waktu bersamaan, akibatnya Sungai Yangtze meluap dan menewaskan ribuan korban jiwa di fase awal. Namun, banyak korban berjatuhan hingga 3,7 juta karena dampak dari bencana banjir ini. Panen rusak yang mengakibatkan penduduk kota-kota besar seperti Wuhan dan Nanjing kelaparan karena tidak ada pasokan beras.

Tak hanya itu, imbas dari banjir tersebut, Sungai Yangtze pun terkena polusi kemudian dampaknya adalah wabah penyakit kolera, tifus dan disentri juga mengakibatkan banyak orang meninggal. Saat itu China juga sedang perang sipil sejak 1927 yang membuat sungai-sungai menjadi tidak diperhatikan. Tragedi banjir tahun itu menjadi banjir paling parah di abad ke-20.

2. Banjir Libya

Banjir Libya/Foto: disasterphilanthropy.org

Hujan lebat dan Badai Daniel terjadi di timur Laut Libya yang membuat dua bendungan runtuh, akibatnya banjir melanda kota-kota di Libya. Melansir CNBC Indonesia, korban tewas lebih dari 5.000 orang dan 10.000 orang hilang dalam sekejap. Akibat banjir yang terjadi pada September 2023 ini pohon tumbang dan rumah-rumah yang terbengkalai terendam banjir. 

3. Banjir Johnstown, Amerika Serikat

Banjir Johnstown/Foto: jaha.org/Johnstown Flood Museum

Tragedi banjir bersejarah lainnya terjadi di Johnstown, Amerika Serikat pada 31 Mei 1889. Curah hujan yang terus menerus selama berhari-hari mengakibatkan bendungan runtuh yang melepaskan 16 juta ton air dan puing-puing setinggi 12 meter. Melansir DetikEdu, hanya dalam satu jam 1.600 bangunan hancur dan lebih dari 2.200 tewas serta banyak sekali orang yang terluka dan tak punya lagi tempat tinggal.

4. The Grote Mandrenke, Eropa
Ilustrasi mimpi banjir air keruh

Ilustrasi banjir/ Foto: Pixabay.com/Hans Braxmeier

Terjadi di masa lampau yaitu pada Januari 1362 namun melekat dalam sejarahnya. Peristiwa terjadi akibat badai ganas Laut Utara yang terjadi di sebagian Eropa. Badai parah yang terjadi sangat dahsyat di Belanda, Denmark, dan Jerman ini menerjang banyak tanggul yang berakibat banjir sehingga menghilangkan garis pantai dan menyapu seluruh pulau.

Dirangkum dari DetikEdu, sebanyak 100.000 orang tenggelam dan tewas karena tragedi ini yang kemudian disebut The Grote Mandrenke dalam bahasa Belanda yang memiliki arti The Great Drowning of Men atau tenggelamnya manusia secara besar-besaran.

5. Banjir Sungai Kuning, China

Banjir Sungai Kuning di China terjadi pada tahun 1936 saat perang kedua antara Sino dan Jepang. Banjir ini tak hanya disebabkan oleh alam, melainkan tentara China yang menghancurkan tanggul-tanggul di Sungai Kuning yang bertujuan untuk mengusir tentara Jepang. Namun, justru banjir hebat terjadi menghantam 4 provinsi yang menewaskan 800.000 orang terbawa arus dan 4 juta lainnya kehilangan rumah.

Itulah tragedi-tragedi banjir yang terparah yang pernah terjadi dalam sejarah. Meskipun semua bencana alam tidak ada yang bisa menentang, namun sebagai manusia, wajib bagi kita selalu menjaga alam sekitar. Setujukan, Beauties?

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di TheTriump? Yuk, gabung ke komunitas pembaca TheTriump, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(dmh/dmh)