5 Fakta Menarik Perayaan Imlek yang Belum Banyak Diketahui Orang

Imlek atau Tahun Baru China menjadi salah satu perayaan penting masyarakat Tionghoa di berbagai belahan dunia. Tahun ini, perayaan Imlek jatuh pada tanggal 10 Februari dan akan memulai tahun Naga Kayu. 

Ada berbagai tradisi dan adat yang dilakukan untuk merayakan Tahun Baru Imlek. Mulai dari berbagi angpao, menonton pertunjukan barongsai, kumpul dan makan bersama keluarga, hingga sembahyang leluhur. 

Selain itu, ada beberapa hal menarik tentang perayaan Imlek yang belum banyak diketahui orang. Yuk, simak pembahasan mengenai fakta menarik perayaan Imlek berikut ini seperti yang dilansir dari China Highlights.

Menjadi Festival untuk ¼ Populasi Dunia


Imlek/Foto: pexels.com/RDNE Stock project

Lebih dari 2 miliar orang di seluruh dunia yang merayakan Tahun Baru Imlek dengan berbagai cara. Di beberapa negara, seperti Tiongkok, Indonesia, Filipina, Vietnam, Korea Selatan, Malaysia, Korea Utara, Singapura, dan Brunei, Imlek termasuk dalam hari libur nasional. 

Sementara di negara lain, Imlek tetap dirayakan, tapi tidak termasuk dalam hari libur nasional sehingga orang-orang di negara tersebut tetap melakukan aktivitas seperti biasa, misalnya sekolah dan bekerja. 

Tidak Memiliki Tanggal Perayaan yang Pasti

Imlek tidak memiliki tanggal perayaan yang pasti (Tanggal Imlek/Foto: pexels.com/RDNE Stock project)

Tanggal perayaan Tahun Baru Imlek selalu berubah setiap tahunnya. Ini dikarenakan penetapan hari besar masyarakat Tionghoa ini didasarkan pada kalender Lunar. 

Kalender lunar adalah sistem penanggalan yang menggunakan siklus fase bulan untuk menentukan waktu. Tahun Baru Imlek dimulai pada hari pertama bulan baru (bulan baru pertama) dan berakhir pada bulan purnama (bulan purnama pertama). Oleh karena itu, tanggal perayaan tahun baru yang identik dengan dekor serba merah ini selalu berubah setiap tahunnya. 

Biasanya, Imlek dirayakan antara akhir Januari dan awal Februari. Tahun 2024 ini, jatuh pada tanggal 10 Februari 2024. 

 

Momen Berdoa kepada Dewa dan Leluhur

Tahun Baru Imlek menjaid momen untuk berdoa kepada dewa dan leluhur (Tahun Baru Cina/Foto: pexels.com/Addie Davis)

Berdoa adalah salah satu kegiatan penting selama Tahun Baru Imlek. Biasanya masyarakat Tionghoa akan berdoa kepada dewa dan leluhur. Mereka juga mengunjungi makam leluhur sehari sebelum Tahun Baru Imlek dan memberikan persembahan kepada leluhur sebelum mengadakan makan malam bersama. 

Menyantap Makanan Pembawa Keberuntungan

Masyarakat Tionghoa akan menyantap makanan pembawa keberuntungan saat Imlek (Makanan Imlek/Foto: pexels.com/Angela Roma Angela Roma)

Pada Malam Tahun Baru Imlek, masyarakat Tionghoa biasanya akan menyantap makanan yang dianggap membawa keberuntungan, seperti pangsit dan keruk. Pangsit dimakan karena melambangkan kekayaan. Sementara memakan jeruk dipercaya bisa membawa keberuntungan dan rezeki melimpah.

Dilarang Mencuci, Menyapu, dan Membuang Sampah

Dilarang mencuci, menyapu, dan membuang sampah di hari pertama perayaan Imek (Imlek/Foto: pexels.com/RDNE Stock project)

Selama momen perayaan Imlek, masyarakat Tionghoa dilarang melakukan kegiatan bersih-bersih, seperti mencuci, menyapu, dan membuang sampah. Bahkan, keramas di hari pertama Imlek tidak diperbolehkan karena dianggap menghilangkan rezeki di awal tahun. 

Sementara menyapu dan membuang sampah dianggap sebagai tindakan yang mengusir rejeki dari dalam rumah.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di TheTriump? Yuk, gabung ke komunitas pembaca TheTriump, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(dmh/dmh)