3 Cara Memperbaiki Skin Barrier yang Rusak Akibat Polusi Udara Buruk Menurut Ahli

Beauties, seperti yang kita tahu akhir-akhir ini polusi udara semakin memburuk. Hal tersebut tentunya berpengaruh bagi kesehatan tubuh maupun kesehatan kulit. Salah satu yang bisa rusak akibat tingkat polusi udara yang memburuk ialah skin barrier.

Untuk kamu yang belum tahu, skin barrier merupakan lapisan teratas kulit yang terdiri dari microbiome, acid mantle, lipid layer, dan epidermis. Dan berfungsi untuk melindungi kulit dari faktor-faktor eksternal seperti sinar UV, polusi udara, dan lainnya.

Ilustrasi menjaga skin barrier/freepik.com

“Yang mempengaruhi [rusak atau tidaknya] skin barrier juga ada banyak, selain polusi, sinar UV, zat kimia, lalu eksfoliasi [kulit wajah] yang terlalu sering, atau treatment di kulit yang menyebabkan kulit mengelupas.

Usia juga mempengaruhi skin barrier, semakin usia kita bertambah, skin barrier kita juga semakin berkurang atau menurun. Dan yang terakhir yakni stress, bisa berakibat fatal pada kulit,” ujar dr. Elang M. Firdaus, dokter ahli dari MS GLOW Aesthetic Clinic.

Lantas, seperti apa pertolongan pertama untuk mengatasi skin barrier yang rusak menurut ahli? Menurut dr. Elang M. Firdaus, ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan, Beauties. Simak ulasannya berikut ini.

1. Fokus pada Penggunaan Moisturizer
Ilustrasi menggunakan moisturizer setelah mencuci muka/Foto: freepik.com/ArtPhoto_studio

Ilustrasi menggunakan moisturizer/ Foto: freepik.com/ArtPhoto_studio

Salah satu pertolongan pertama ketika skin barrier kita telanjur rusak adalah menggunakan moisturizer. Selain itu, kamu juga perlu menghentikan sementara penggunaan produk skincare yang mengandung bahan aktif seperti retinol atau vitamin C.

“Fokus pada moisturizer dahulu. Karena skin barrier yang rusak bisa menghilangkan kelembapan di kulit kita. Makanya perlu kita perbaiki kelembapannya dahulu.

Skincare-skincare yang terlalu ‘mengiritasi’ malah bisa makin merusak [skin barrier yang sudah rusak], makanya hentikan penggunaannya sementara,” jelas dr. Elang M. Firdaus saat ditemui di acara media gathering MS GLOW Biome & Barrier Cream beberapa waktu lalu.

2. Pilih Pembersih Wajah yang Gentle
Foto: freepik.com

Ilustrasi membersihkan wajah/ Foto: freepik.com

Selain fokus pada penggunaan moisturizer, kamu juga harus memilih pembersih wajah yang gentle, Beauties. “Pilih sabun cuci muka yang gentle, dan jangan menggunakan yang terlalu keras [formulanya]. Seperti saat kita pakai, malah kayak ‘ketarik’ kulitnya,” terang sang dokter.

Lebih lanjut, dia juga menyarankan untuk menggunakan sabun pembersih wajah yang lembut dan tanpa busa.

3. Jangan Skip Penggunaan Sunscreen
Ilustrasi memakai sunscreen/ Foto: Freepik.com/freepik

Ilustrasi memakai sunscreen/ Foto: freepik.com

Selain fokus pada penggunaan moisturizer dan memilih sabun pembersih wajah yang gentle, kamu juga nggak boleh skip penggunaan sunscreen, Beauties. Terlebih di cuaca panas terik dan polusi udara yang kian memburuk akhir-akhir ini, penggunaan sunscreen mampu melindungi kulit dari paparan sinar matahari dan menjaga skin barrier.

Lebih lanjut, dr. dr. Elang M. Firdaus menjelaskan bahwa perbaikan atau penyembuhan skin barrier tidak bisa dilakukan secara instan, Beauties. Meskipun memerlukan waktu, namun dengan ketekunan dan konsisten, skin barrier bisa kembali sehat dan kuat.

“Biasanya, perbaikannya [skin barrier] lumayan lama. Tidak bisa hanya satu atau dua minggu, jadi perlu konsisten menggunakan moisturizer, sunscreen, dan sabun pembersih yang gentle.

Itu saja dulu. Jika sudah ada kondisi-kondisi yang mengkhawatirkan, timbul infeksi, saya menyarankan untuk konsultasi dengan dokter,” terangnya.

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di TheTriump? Yuk gabung ke komunitas pembaca TheTriump B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(sim/sim)